Senin, 09 September 2013

Tanjung Layar : Pentalan Layar Sangkuriang

Lo kok kalau cerita sepotong-sepotong sih?
Ya elah ini kan blog bukan majalah

Sepertinya kawasan wisata Sawarna cukup memikat hati Saya, yah seperti yang sempat Saya ceritakan selain pantainya yang aduhai jaraknya pun masih cukup masuk akal untuk ditempuh kala weekend bersama keluarga dan sahabat. Apalagi kalau pakai Terios, wuuus… belokan? tanjakan? Nggak masalah.


Hampir semua orang yang pernah menginjakan kaki ke Sawarna (apalagi pakai paket travel) pernah menginjakan kakinya ke tempat ini, tempat yang sudah jadi ikon untuk kawasan wisata Sawarna. Tanjung Layar! Oke, sebenarnya cerita mengenai Tanjung Layar sudah sering sekali diangkat oleh teman-teman blogger dan traveller tapi memang kurang afdol kalau ngomongin Sawarna nggak ngomongin destinasi yang satu ini.




Meskipun dulu saya sering menyambangi Kecamatan Bayah, saya cuma bisa melihat Tanjung Layar dari kejauhan dan tentunya mendengar cerita teman-teman saya. Nah beberapa saat yang lalu saya, keluarga dan para sahabat akhirnya menyambangi gugusan karang yang benar-benar ciamik ini. "Oke, wajar lah disini jadi ikonnya Sawarna", ungkap saya saat berkunjung ke Tanjung Layar. Yah seperti yang penduduk lokal bilang, nggak lengkap ke Sawarna kalau nggak ke Tanjung Layar dan gara-gara itu kawasan ini jadi rame banget...
(Silahkan intip videonya)



Ssssst.. denger-denger nih yah, Tanjung Layar punya cerita yang lekat dengan legenda Sangkurang. Lho kok? Setelah ditilik-tilik nama layar dan bentuk batu karang besar yang menyerupai layar dikabarkan adalah layar dari perahu yang “gagal” dibuat oleh Sangkuriang waktu ingin mempersunting dayang sumbi yang nggak lain ibunya sendiri. Nah kan karena kesal, marah dan murka itu perahu ditendang dan terbalik dan berubahlah jadi Gunung Tangkuban Paharu (Tangkuban Perahu) yang ada di Bandung, sedangkan layarnya mental sampai Selatan Banten. Hmmm.. beneran apa nggak? Atau nyambung apa nggak? Yah itu sih ya udah lah yah.

Kamis, 05 September 2013

Goa Langir : Yang Tersembunyi dari Surga Tersembunyi

Ah ngapain sih? hobi banget nyeritain jalan-jalan? 
Saya tau banyak informasi tempat dari blog orang, nggak salah dong kalau sekarang gantian ngasih info.


 dan, cerita dimulai...


Sekarang, siapa sih yang nggak tau Sawarna? Apalagi buat para petualangbaik itu para backpacker maupun yang ikut agen travel. Letaknya yang nggak terlalu jauh sama Jakarta dan keadaan alamnya yang emang ciamik bikin Sawarna jadi salah satu tempat yang recomended untuk melepas lelah para penghuni kota besar macam Saya dan beberapa orang pembaca tulisan saya hehehe...


Kalau banyak blogger yang bilang Sawarna itu surga tersembunyi di selatan Banten, maka saya punya surga tersembunyi di Sawarna. Lho? Namanya Pantai Goa Langir. Agak sedikit berbeda dengan Pantai Pasir Putih dan Pantai Ciantir yang kerap dikunjungi wisatawan, pantai yang satu ini bisa dibilang nggak segitu famous-nya. Gimana nggak, selain emang letaknya yang lumayan jauh dari peradaban Sawarna dengan hiruk-pikuk para wisatawannya, akses ke pantai ini juga cukup ajaib. Dari penginapan saya, sebelum mencapai pantai kami jadi petualang dulu lantaran harus melewati kandang kambing, pematang sawah dan sedikit berbasah di sungai kecil (lebih mirip selokan alam sih). Ajib!

Kamis, 25 Juli 2013

Menyambangi Museum Si Ular Besi

Apa yang terlintas ketika mendengar kata Ambarawa? Bagi para penggemar dan pecinta kereta api atau rail fans tentunya Ambarawa sangat lekat dengan si ular besi. Ya, disanalah terletak museum kereta api yang juga (katanya) merupakan museum kereta api satu-satunya di Asia Tenggara.

Tidak heran jika ada yang bilang museum ini dikategorikan sebagai museum besar karena bila dilihat dari luas areanya. Lokomotif dan gerbong kereta yang bersejarah koleksi Museum Kereta Ambarawa disusun sedemikian rupa diatas rel-rel yang ada disekitar bangunan. Benda-benda koleksinya tidak melulu pernak-pernik yang bisa disimpan dikotak kaca melainkan banyak yang disimpan diluar ruangan sehingga tentu saja memerlukan area yang luas dalam penyimpanannya.

Masuk ke kawasan jalan Museum Ambarawa, kita akan disambut dengan beberapa cerobong lokomotif yang mengintip dari balik pagar seng berwarna putih dengan ornamen orange khas PT. Kereta Api. Sekilas bangunan museum ini menyerupai sebuah stasiun kereta, jangan aneh karena dulunya bangunan ini memang stasiun kereta api yang dibangun pada 1873 dan dialihfungsikan menjadi museum ditahun 1976. Pengelolaan Museum Kereta Api Ambarawa masuk kedalam wilayah Daop IV Semarang, PT Kereta Api (persero).  Sayangnya dari Semarang menuju Ambarawa tidak ada rel aktif yang bisa mengangkut wisatawan ke museum tersebut.

Gedung bekas stasiun yang menjadi gedung museum ini dinamakan Willem I sesuai dengan nama Raja Belanda yang mengagas berdirinya stasiun ini dahulu. Sekarang gedung operasional stasiun disulap menjadi museum yang menyimpan berbagai perlengkapan perkeretaapian seperti mesin tik, mesin hitung, alat komunikasi dan lainnya. Untuk menikmati semua ini pengunjung hanya perlu membeli tiket seharga Rp. 5.000 di loket yang masih dipertahankan bentuknya menyerupai loket tiket kereta jaman dahulu.

Bagi wisatawan yang berharap merasakan kereta uap jaman dahulu, disinilah tempatnya namun tentu untuk merasakan kereta wisata ini harus merogoh kocek dalam-dalam karena untuk sekali jalan kereta tersebut membutuhkan biaya antara 3,5 – 5,5 juta tergantung jarak tempuh. Jika tetap ingin naik kereta wisata ini dengan biaya yang terjangkau maka tunggulah perjalanan reguler bersama wisatawan lain atau setidaknya ajaklah setidaknya 80 orang teman untuk berwisata dengan rute Ambarawa – Bedono dengan tarif Rp. 50.000.

Sehabis menikmati jadulnya bangunan Willem I beserta koleksinya dan lokomotif tua yang menawan sempatkan waktu untuk membeli oleh-oleh berupa pernak-pernik maupun kaos segai kenang-kenangan.

Apa : Museum Kereta Api Ambarawa
Dimana : Jalan Stasiun Ambarawa No. I, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (0298) 591035
Kapan :  08.00 – 16.00 (setiap hari)
Berapa : Rp. 5.000


Senin, 18 Maret 2013

Se-klasik Membuka Kotak Pos

Ke kantor pos? Jadul banget sih
Bukan jadul, tapi klasik

Hayoo... berapa banyak yang berpikir kalau "main" ke kantor pos adalah hal yang jadul? ngaku deh. Emang sih di jaman udah banyak titipan kilat yang "katanya" lebih cepat dan lebih terpercaya, juga jaman dimana kita bisa berkomunikasi lebih cepat lewat email, sms, telepon, BBM, Whatsapp, Line, Twitter dan lainnya jadi ngapain juga ke kantor pos?

Bagi saya dan beberapa teman, kantor pos bukanlah hal asing atau malah tempat yang menyenangkan. Nggak cuma untuk berkirim tapi juga jadi tempat menerima. Wah? iya menerima kiriman di kantor pos, karena kami adalah pengguna kotak pos alias PO BOX.

Jadi ceritanya saya udah punya PO BOX sendiri nih, gaya kan? Saya inget banget jaman dulu yang punya PO BOX tuh yah artis-artis atau yah perusahaan yang lagi bikin kuis hehehe... Berhubung udah dianggap nggak jaman punya PO BOX maka beberapa bulan yang lalu saya memutuskan menyewa sebuah kotak di kantor pos Bintaro Jaya, sebenarnya sih juga karena kalau ditulis alamat rumah saya panjang bet panjang.. Betewe, kenapa disini? salah satu alasannya sih disini lebih murah dibanding di kantor pos besar. (curhatannya bisa dibaca disini)

Punya PO BOX itu ternyata lebih deg-degan daripada nunggu surat atau kartupos dirumah. Selain emang alamat PO BOX saya agak absurd, saya juga nggak sering-sering banget ngecek itu kotak. Abisnya sebulan pertama kosong gitu :'(

Seriusan deh, setelah punya (tepatnya nyewa) sebuah kotak pos alias PO BOX rasanya kegiatan berkirim dengan perangko makin klasik aja. Kegemaran saya berkirim kartu pos rasanya jadi tambah lengkap, soalnya kan kalau mau buak kotak Pos kudu ke kantor pos dan enaknya sih pas kantor pos sekalian ngirim kartu pos hehehe...

Nah ini dia kenampakan kotak pos saya di kantor pos bernomor 15412 yang terletak di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.





Yang mau berkirim surat dan kartupos bisa lho dilayangkan ke :
PO BOX NO 14 BINTARO JAYA, TANGERANG SELATAN 15412

Rabu, 30 Januari 2013

Oleh-oleh khas Belitung dari Bu Mus


Masih sisa perjalanan dari Belitung. Kali ini saya akan berbagi "hasil" dari bertemu Bu Mus.

Setelah novel dan Film Laskar Pelangi booming, siapa yang tak mengenal Bu Mus atau Bu Muslimah. Dia adalah tokoh guru dari anak-anak laskar pelangi yang ceria. Tentunya yang kali ini saya temui bukanlah Cut Mini yang berperan sebagai Bu Mus dalam film Laskar Pelangi tapi Ibu Muslimah yang sebenarnya, guru dari Andrea Hirata.

Sebenarnya "mampir" ke rumah bu mus tidak ada dalam agenda saya karena memang tidak ada akses, namun karena keinginan seorang teman yang menggebu-gebu dan dengan bantuan seorang teman yang lain maka akhirnya hari kedua saya di Belitung saya menyambangi Belitung Timur dan menyempatkan diri bertemu sang Ibu Guru.

Perempuan berbadan kecil itu menyambut kami dengan hangat dan ramah juga sedikit cerewet, mungkin karena dia guru jadi dia bisa menerima bocah-bocah macam kami dengan sabar. Obrolan hilir mudik mengenai murid-muridnya dan kehidupan pribadinya pun mengalir begitu saja dan untungnya dijawab dengan santai oleh guru yang baru berhenti mengajar tak lama ini.

Foto Gangan Nanas yang diambil dari blog tetangga
Nah kalau teman-teman saya banyak bertanya mengenai "laskar pelangi", sebagai cewek satu-satunya dan sebagai satu-satunya "ibu" yang ngobrol dengan saya maha ada obrolan khusus diantara kami berdia. Ooo bukan curhat tentunya tapi nanya resep masakan khas belitung hehehe.. nggak mungkin juga kan saya nanya ke rumah makan.

Kalau Bangka punya Lempah, Jawa Tengah punya Garang Asem nah untuk yang kuah-kuah Belitung punya Gangan. Sebenernya nggak mirip sih semua makanan itu tapi yah berkuah-kuah dan seger-seger deh.

Dan dengan bangga saya persembahkan Resep Gangan ala Bu Muslimah, yang berhasil saya catat.

Bahan-Bahannya adalah :
- Ikan Laut (kata bu mus biasanya ilak atau bisa juga ikan bulat. Hmm ikan kuwe kali yah bisa)
- Serai(2-3 batang dikeprek aja semacam dimemarkan)
- Nanas
- Pucuk daun kedondong (ini akan menghasilkan efek asyeeem. Kalau nggak ada coba ganti dengan belimbing wuluh atau air jeruk nipis)
- Asam Jawa (ambil airnya aja sedikit)
- Garam dan gula putih (secukupnya sesuai lidah)  
Bumbu yang dihaluskan
- Kunyit (3 ruas jari)
- Kemiri (3 Butir)
- Laos/ Lengkuas (sedikit aja)
- Bawang Merah (lupa nanya berapa banyak)
- Cabe Rawit (sekuatnya)
- Terasi
Caranya?
- Rebus Bumbu halus, serai dengan sepanci air
- Setelah ikan dicuci bersih masukin ke rebusan
- masukan nanas dan bahan-bahan yang bisa mengeluarkan rasa asam
- Selesai :)

Diwarung makan pun ada Gangan (tebak yang mana hayo)

Saya sih belum pernah nyobain bikin masakan yang satu ini tapi sebagai ibu-ibu  saya percaya aja deh sama Bu Mus yang udah puluhan tahun juga disana :)

Oh iya, Bu Mus juga memberikan alternatif lain untuk Gangan ini yaitu Gangan dengan ikan air tawar. Bedanya Gangan ikan laut dan ikan tawar terletak pada bumbu dan pelengkapnya. Untuk Gangan ikan air tawar TIDAK menggunakan bawang merah melainkan menggunakan bawang putih. Untuk pelengkapnya pun nggak pakai nanas tapi daun singkong. Sebenarnya sih nggak cuma daun singkong tapi dedaunan lainnya juga bisa termasuk daun-daun yang asing ditelinga saya, asal jangan daun pintu aja deh.

Mungkin agak gimana gitu yah berbagi resep tanpa mencobanya tapi yah kan nggak tau rasanya kalau belum ada yang nyoba heheh.. jadi siapa yang mau nyoba duluan? :)

#25

Belaga Gila Nggak Bawa Duit

Hari ini ada pelajaran penting yang saya dapatkan terkait urusan bawa uang.

Bagi saya yang suka lupa bawa uang cash dan lebih menggantungkan diri pada kartu ATM yang bisa digesek-gesek, kejadian kemarin seolah berhasil mencubit saya untuk nggak gegayaan asal gesek. 

Jadi hari ini saat pulang kantor saya menyempatkan diri mampir ke salah satu supermarket di Jakarta yang ada foodcourtnya.  Nggak tau kenapa saya pengen mampir aja tanpa ada alasan tertentu. hehehe agak absurd memang.

Singkat cerita saya bukannya belanja malah melipir ke area makan dam memesan seporsi salad yang saya racik sendiri (ini namanya bergaya tingkat dewa) dan segelas spesial milk tea hangat. Nah begitu sampai kasir saya dihadapkan dengan tagihan seharga 67 ribu rupiah. Wooow angka yang fantastis untuk dua menu tadi. *glek*

Oke dengan pede saya mengeluarkan dompet dan mencari si kartu ATM mengingat uang di dompet saya tinggal selembar kertas biru. Hmmm dan apa yang terjadi? Saya TIDAK MENEMUKAN KARTU ATM APAPUN DI DOMPET SAYA!!! Oke tenang ucha tenang....

Dengan tampang panik dan seolah bertanya kartu apa lagi yang bisa dipakai gesek (padahal nggak bawa kartu lain juga selain SIM dan kartu perpustakaan) akhirnya saya nyerah untuk cancel salah satu menu yang saya pesan. Tapi apa daya salad sudah disiram dressing jadi nggak mungkin di cancel lah yah jadi yang terpaksa saya laukan adalah: 

"Mba bisa nggak milk tea-nya di cancel ? soalnya BCA-nya ketinggalan cash nya kayaknya nggak nyampe segitu deh" jujur saya udah deg-degan nih disini
"Hmmm gimana yah mba? sebentar yah" ujarnya dengan menunjukan tampang jutek 

Lega juga setelah mas-mas yang bikin minumannya ngerti dan ngasih kode kalau minuman saya belum dibuat dan bisa di cancel. Oke lega sih lega tapi tetep tengsin booo~~~~

Akhirnya dengan berat hati saya keluarkan lah selembar-selembarnya itu uang kertas buat bayar salad seharga 42 ribu itu. Wuiiih makin eneg tuh ngebayangin sepiring salad dengan dressing balsamic dibandrol 42 ribu, lebih mahal dari saladnya sushi tei tuh. Tapi ya udah lah yah mau diapain lagi.

Oke, biar nggak seret saya langsung nyari air mineral sebagai pengganti milk tea yang aduhai itu. Huuuh muka jutek si mbak-mbaknya pun saya terima lagi saat membayar air mineral. Ya ita lah dari 25 ribu jadi 2 ribu aja. 

Nah dari situ saya kapok deh kalau mau bergaya tapi nggak pasti bawa duit cash meskipun udah yakin ada kartu yang bisa digesek-gesek di dompet, atau seenggaknya saya kudu memastikan kalau itu kartu yang isinya ada nominalnya anteng nangkring di dompet daripada dari pada lah yah daripada malu lagi. Daripada tengsin lagi iih jangan sampe deh

#24


Senin, 28 Januari 2013

Belajar Menghargai Sejarah Lewat CZ12

sumber : 21cineplex.com
Entah sudah berapa lama saya tidak menonton film di bioskop bersama keluarga saya. Kali ini tanpa rencana kami sekeluarga (akhirnya) menyambangi bioskop untuk menonton sebuah film berjudul Chinnese Zodiak. Ya, Film Jackie Chan.. Ciaaaaat...

Film ini mengisahkan tentang JC sang pencuri benda antik bernilai sejarah mendapat misi untuk mencari kepala perunggu berbentuk lambang zodiak china atau yang dikenal sebagai Shio. 12 kepala perunggu ini merupakan sebagian peninggalan peradaban China yang berhasil dijarah oleh para penjajah dari sebuah istana (kalau nggak salah istana musim panas) yang mereka bakar.

Sebagai sebuah barang bersejarah tentu kepala-kepala perunggu ini memiliki nilai yang sangat tinggi, nggak cuma nilai sejarahnya namun juga nilai ekonomisnya. Karena nilainya yang tinggi dipasaran akhirnya banyak kolektor barang antik yang menginginkan kepala perunggu tersebut menjadi miliknya. Seorang kolektor akhirnya menugaskan JC untuk mencari beberapa kelapa perunggu yang belum ditemukan dengan  iming-iming uang yang banyak. 

JC alias Jackie Chan digambarkan dari etnis China yang (awalnya) nggak peduli dengan nilai sejarah dan benda yang akan dicarinya padahal itu merupakan bagian sejarah bangsanya. Untungnya semua berubah sejak ia bertemu Coco, cewek peneliti dengan latar belakang bangsa yang sama yang begitu mencintai dan menghargai sejarah. Coco merupakan salah satu anggota organisasi yang mengecam perdagangan benda antik bersejarah terlebih lagi mengenai kepala perunggu ini. 

Petualangan gank JC dan Coco pun dimulai dengan ketidaksengajaan mereka bertemu saat JC menyamar menjadi wartawan mengulik informasi yang dimiliki oleh organisasi Coco. Sayangnya pertemuan kedua mereka terjadi saat JC sedang mencuri kepala perunggu dari rumah seorang kolektor dan sialnya Coco sedang disitu. Merasa mengenal muka JC, Coco pun akhirnya nggak sengaka ketitipan kepala perunggu yang dicuri oleh JC. Nah dari sisi lah pertentangan antara Coco sang peneliti dan JC sang pencuri dimulai dalam satu tim.

Coco yang menjunjung tinggi sejarah bangsanya harus menyadarkan JC yang hanya berorientasi menyelesaikan misi untuk mendapatkan uang setelah ia menyadari apa yang dilakukan JC selama ini bukan lah untuk mengembalikan benda bersejarah ke pemiliknya. Memang di film ini nggak banyak menampilkan sejarah peradaban bangsa China yang tersohor namun ada nilai yang bisa kita ambil dari film ni.

Di akhir film, JC menyelamatkan kepala Naga perunggu yang merupakan kepala termahal dalam koleksi kepala perunggu shio ini dari gunung berapi karena tidak terjual dalam lelang. Para kolektor yang hadir di pelelangan tidak ada satupun yang menawar karena mereka mulai sadar kalau kepala ini merupakan barang bersejarah yang harus dimiliki negara. Sang kolektor ingin memberikan pelajaran pada semua orang yang menentang penjualan benda bersejarah dengan melemparkan kepala perunggu ini ke gunung berapi.

Aksi JC menyelamatkan kepala naga dan dan seluruh cerita yang ada di dalamnya seolah mengingatkan  betapa berharganya sejarah peradaban bangsa kita dan artefak perjalanannya harus dapat dinikmati semua orang untuk pembelajaran, bukan disimpan di ruangan khusus yang hanya dapat dinikmati oleh sang kolektor. 

Coba banyangkan berapa banyak artefak kemegahan kerajaan-kerajaan di Indonesia ayau bukti-bukti sejarah perjalanan bangsa yang kini dimiliki oleh pribadi, tersimpan apik di ruang pribadi tanpa bisa dijadikan referensi dari pada terpajang di museum?




#23

Seruput Mie Belitung


Jangan bayangkan kalau wujud mie belitung akan mirip dengan mie tetangga pulau yang sudah tenar terlebih dahulu yaitu mie Bangka. hmmm jujur tadinya saya sempat membayangkan seperti itu lho hehehe.

Perburuan mie belitung ini agak tertahan beberapa saat, karena warung mie favourite disana sudah waktunya tutup begitupun hari kedua pencarian. Padahal kami sudah didepan warung lho, sayangnya mie udah abis. Daripada kenapa-kenapa jadi wisran alias wisatawan penasaran jadi aja kami langsung random warung mie.

Karena penasaran dengan wujud dan rasa mie Belitung akhirnya kami nekat masuk ke warung mie yang tak jauh dari warung mie Atep yang favorite itu, tapi saya lupa nama warung yang ini. Hadeuh yah walau nggak dapet yang paling TeOPe BeGeTe nya tapi yang penting nggak penasaran deh sama jenis masakan mie yang satu ini.

Seporsi mie Belitung telah ada di depan saya dan tarraaaa bentuknya jauh dari mie bangka dan lebih mirip lomie dengan kuah kentalnya. Kecewa? Oh tentu tidak! Justru wujudnya yang agak asing ini lah saya jadi makin penasaran dengan rasanya. Mari kita coba!

Kuah kentalnya benar-benar sodaraan sama lomie, cuma ini agak manis bahkan terlalu manis karena memang ditambahkan gula merah atau gula jawa sebagai pewarna alami. Lha? Kata penjualnya sih kalau cuma kuah kental sagu aja nggak menarik dan rasanya flat jadi aja sedikit ditambah gula.


Soal isian, hmmm coba tebak apa saja isinya? Yang pasti adalah Mie, ini semacam mie basah gitu. Terus ada toge, kentang, tahu, timun dan emping tak lupa ngumpet beberapa udang. Kalau di mie Atep ditambahkan juga semacam perkedel untuk isian nya, di warung ini tampaknya nggak ada.


Soal rasa? hmmm terlalu manis buat saya. Padahal saya sudah pesan nggak pakai kecap lho.. Buat penyuka makanan manis mungkin mie belitung bisa jadi favorit. Buat penikmat makanan pedas? hmm gampang tersedia sambal cabai sebagai pelengkap memakan mie ini juga jeruk kunci yang segar kalau mau sedikit rasa asam segar didalam mie.


Hmm gimana sudah terbayang rasa mie yang biasa ditebus dengan harga 10 ribu rupiah ini? Silahkan mampir ke warung-warung mie belitung yang ada di pulau ini dan kalau rekomendasi saya sih Warung Mie Atep masih juaranya dibanding mie yang pertama saya makan. Selamat mencoba. 


video

#22

Hutang (Sebuah Pengakuan untuk 30 Hari Bercerita)

Hayoo ngaku, kamu punya hutang berapa tulisan untuk 30 Hari Bercerita?

Percayakah kalau menulis itu nggak mudah tapi juga nggak sulit? Hmm coba deh ikutan 30 Hari Bercerita disini kita "dipaksa" untuk secara konsisten ngepost di blog pribadi setiap harinya. Hmmm terdengar simple tapi coba jalanin deh, seharai-dua-hari-seminggu hmm kok lama-lama jadi keteteran juga yah?

Mungkin bagi sebagian orang (khususnya yang seperti saya) sangat membutuhkan "press" dari 30 Hari Bercerita untuk mengasah kemampuan bercerita dan tentunya menulis juga meluangkan waktu untuk menulis. Hmmm bukan bergaya sebagai penulis betulan tapi dari tiga hal tadi yang paling berat adalah yang terakhir yaitu meluangkan waktu untuk menulis.

Post ini saya dedikasikan untuk semua admin 30 Hari Bercerita yang baik hati lewat sepetan-sepetannya mengingatkan kami-kami yang "lupa" menulis, lupa ngepost atau lupa ngasih link (anggap saja lupa bukan malas). Serius deh, setiap ada update twit 30 Hari Bercerita, rasanya tuh kesindir banget lantaran masih punya beberapa utang tulisan huux huxx :(

Coba teman-teman dan saya sendiri pun jujur berapa banyak dari kita yang sebenernya mau nulis tapi tiba-tiba bingung apa yang mau ditulis atau begitu mau nulis eh mata udah berat banget dan yang ada numpuk lah itu draft di dashboard blog kita.

 Masalah lain yang sering muncul adalah ajaibnya sinyal disekitar kita, buat yang suka posting menggunakan ponsel seperti saya yang namanya kata "publishing" itu bikin deg-deg seeer apalagi kalau malem-malem. Soalnya kalau ngantuk dan ditunggal tidur begitu gagal kita nggak tau itu ter-upload apa nggak dan jadinya ngedraft lagi deh. Ya, itu lah yang terjadi dengan saya sampai-sampai rasanya banyak draft yang ingin langsung saya publish saya untuk mencapai target 30 Hari. Tapi bukan itu kan tujuan kita menulis dan bercerita disini?

Sekarang nggak ada salahnya coba liat itu tulisan yang ada label draft-nya dan mulai bersih-bersih post yang masuk ke klasifikasi itu. Sedikit edit sana-sini dan yang pasti jangan asal supaya pesan yang mau kita sampaikan jadi benar-benar bisa diterima oleh orang lain. Lengkapi dengan foto dan media lainnya bila ada lalu upload dan jangan lupa tweet linknya ke @30haribercerita. Syukur-syukur adminnya baik dan mau nerima link yang kita kirim untuk dibagi bersama teman-teman yang lain. Jadi apa yang harus kita lakukan? mari dimulai dari membuka semua draft yang ada dan mari menulis dan menceritakan hal yang berguna.


#21

Kamis, 24 Januari 2013

Rutinitas yang Nggak Selalu Membosankan

Aiih mak setelah beberapa hari terdampar di pulau lain akhirnya hari ini saya harus kembali memulai kehidupan seperti biasanya dengan segala macam rutinitas (tsah). Tapi sebenarnya yang namanya rutinitas nggak melulu membosankan lho, kalau kita bisa "mewarnainya" sebuah rutinitas pasti bisa bikin kita kangen untuk melakukannya lagi.

Hahaha uchapa saya barusan semacam belagak banget yah? Tapi emang iya lho, coba deh dulu pas jaman kuliah yang namanya berangkat ke Kampus atau begadang ngerjain tugas rangkuman buku tuh astaga malasnya gara-gara jadi rutinitas ada jaman itu. Lha sekarang? Pasti kangen deh bangun jam 7 terus (kadang) mandi dan ngacir ngampus. Hmmm bener kan? rutinitas yang waktu itu pasti bikin kangen.

Sekarang adalah masa sekarang kita udah punya rutinitas yang berbeda dari masa lalu yang mau nggak mau dan kudu harus musti dijalanin lah. Nah buat para buruh macam saya, yang namanya bangun pagi, mandi, nunggu bus, (syukur-syukur bisa tidur di bus) menikmati perjalanan selama berpuluh-puluh menit, duduk manis depan komputer dan menunggu pulang lalu menunggu bus lagi hingga sampai rumah merupakan rutinitas yang biasa dijalani setiap hari. Tapi tau kah kita kalau sepanjang berjam-jam kita menjalani rutinitas itu kita bisa mengakalinya supaya setiap hari nggak terasa sama (kecuali rasa bangun paginya) ?

Coba deh kalau sisipkan kegiatan tambahan disetiap harinya tapi secara random aja dan nggak sudah tiap hari atau lakukan aktivitas dengan cara yang sedikit berbeda, tapi jangan yang ekstrim juga. Misalnya nih buat yang selalu naik bus jemputan yang paling gampang adalah dengan nggak naik bus yang sama setiap harinya. Naik bus lain yang memang searah dengan kantor dan coba amati prang-orang yang ada di bus itu. Mau sedikit iseng? bisa naik bus yang nggak langsung menuju kantor tapi harus transit dimana dulu gitu atau yang memerlukan sedikit jalan kaki, jadi kita bisa sekalin olahraga lho.

Nah kalau udah sampai kantor? hmm intip dulu pekerjaan yang tertunda kemarin kalau nggak ada berarti bisa agak leyeh-leyeh lah yah hehehe... Mumpung masih pagi dan otak masih fresh coba sempatkan untuk bikin tulisan berbagi cerita, nggak usah serius-serius ah ngacapruk juga boleh apalagi ikutan 30 Hari Bercerita wuuih oke banget tuh.

Nah buat pulangnya coba di jam pulang yang berbeda dengan moda transportasi yang beda juga atau bisa juga bareng temen yang berbeda hehehe.. Jadi nggak bosen kan?

Tulisan ini dibuat untuk #30HariBercerita hari ke 20

Ini Indonesia Bray, Ini Belitung!

Menyambung dari cerita saya sebelumnya tentang betapa indah destinasi wisata yang ada di Indonesia, kali ini saya akan berbagi sedikit tentang Belitung, pulau yang menjadi sangat terkenal setelah terangkat oleh Laskar Pelangi.

Perjalanan saya dimulai dengan tiket promo yang saya dapatkan dari maskapai Batavia Air (ini bukan promo) lewat penerbangan seharga 176 ribu (PP jadi 352) saya bisa menginjakan kaki ke pulau yang terkenal dengan timahnya itu. Oh iya waktu tiket promo itu saya nggak niat lho buat kesana tapi apa dikata keisengan akhirnya memebawa saya membooking penerbangan ke Tanjung Pandan.

Buat para pecinta novel Laskar Pelangi atau fans Andrea Hirata tentu tanah Belitung jadi salah satu tempat sakral dan tempat dimana imajinasi mereka bisa tertuang dalam dunia nyata. Jadi saat akhirnya merencanakan trip ke pulau Belitung jujur yang saya nggak tau harus kemana hehehe... Jadi yah apa yang terjadi disana maka terjadilah.

Sesampainya di Belitung kami dijemput oleh pak Sukri, supir yang akan mengantar kami berkeliling pulau ini. Hmm di Belitung itu jarang sekali bus dan kalau mau kemana-mana lebih bail pakai travel atau kendaraan pribadi jadi untuk wisatawan disarankan menyewa kendaraan biar lebih asik. Nah pilihan kami jatuh pada menyewa mobil lengkap dengan drivernya. Hmm kesannya sok yah, ada beberapa pertimbangan yaitu cuaca yang nggak menentu dan berhubung ini kali pertama saya ke Belitung jadi saya belum 'ngeh sama keadaan jalan disana.

Kalau dihitung-hitung sebenarnya biaya sewa mobil dan bensin selama 2 hari memang cukup mahal yaitu 350 ribu /hari dengan supir diluar BBM atau pilihan 250 ribu/ hari mobilnya saja. Setelah dipikir-pikir dari pada nyasar mending sepaket aja deh. Masih ngerasa berat? hmmm.. coba ajak orang yang kamu temui di bandara atau dipesawat yang tentunya sama-sama wisatawan (hal ini saya lakkukan dan akan ada cerita tersendiri).

Hari pertama kami hanya punya setengah hari karena terpotong sholat Jumat. Nah setelah para lelaki sholat jumat baru kami menyusun rencana. hmm awalnya agak tarik ulur masalah tujuan pertama. Pak Sukri menyarankan untuk "berlayar" ke pulau-pulau terlebih dahulu namun teman baru saya menyarankan ke belitung timur terlebih dahulu. Hmm setelah perbincang akhirnya kami putuskan untuk menyambangi pulau-pulau kecil terlebih dahulu.
Pantai Kelayang
Pantai Kelayang akhirnya menjad tujuan pertama kami, bukan untuk berenang atau meniknati indahnya tapi untk mencari perahu. Ombak dan angin yang besar membuat kami hampir tak jadi "melaut" menuju pulai Lengkuas, pulau yang selalu disebut kalau ada cerita mengenai Belitung. Dengan kegigihan dan rayuan plus sedikit memelas tambah keyakinan juga janji akan menanggung sendiri resiko yang ada akhirnya kami menyebrangi lautan yang lagi lucu-lucunya menuju Pulau Lengkuas dan beberapa pulau lainnya.


Setelah beberapa kali dihantam ombak, mulai yang excited banget sampai udah lemes lantaran kelamaan dilaut akhirnya dari kejauhan terlihat juga si menara putih tujuan kami. Yes Pulau Lengkuas!!!! Dan kami pun mendarat dengan selamat, sentausa dan sejahtera setelah hampir batal kesana.


Apa yang menjadi tujuan kita ke pulau Lengkuas? *ngomongnya ala dora* 
Menara Menara.. MEERCUUSUUAARR!!!
Weits setelah menaiki tangga sekian belas lantai sampai sakit pinggang maka terbayarlah sudah dag-dig dug dilaut dan sakit encok kala naik tangga. Hmm sebenernya sebelum sampai puncak pun kita sudah bisa mengintip keindahan pulau ini dari jendela yang ada disetiap lantainya. Tapi begitu sampai di puncak menara.. taraaaaaa.. pemandanganpun semakin dahsyat


Segitu aja? Iya emang segitu aja tapi saya cukup puas melihat pemandangan pulau ini dengan mata kepala sendiri, oh iya gambar diatas cuma diambil pakai kamera ponsel lhoo dan nggak masuk photoshop sedikitpun. 

Setelah jeprat-jepret pemandangan yang aduhai dari mercusuar dan tentunya sedikit berbincang dengan para penjaga mercusuar akhirnya kami pamit dari pulau paling ujung ini (paling jauh dihitung dari tanjung pendam lho). Oh iya kalau mampir kesini jangan lupa siapkan uang 5.000 rupiah/orang untuk dimasukan kekotak ajaib yang ada di depan pintu mercusuar. Uang tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan kebersihan sekitar mercusuar dan tentunya sedikit berbagi rezeki dengan bapak-bapak penjaga mercusuar. Oh iya bapak penjaganya berasal dari Jakarta lho, Jauh yah? Tapi menurut mereka sih "namanya juga tugas Jadi harus siap". Oke pak semangat!

Tujuan berikutnya adalah pulau Babi kecil, pulau ini (nampaknya) merupakan pulau tidak berpenghuni karena emang kecil banget hehehe.. spekulasi. Disini kami bisa foto-foto dengan latar pulau Babi Besar atau (katanya) dikenal juga dengan pulau Kepayang yang memiliki banyak batu besar. Buat yang mau basah-basahan disini juga bisa lho...

Sebenarnya banyak tujuan pulau yang bisa disinggahi seperti pulau burung dan kalau beruntung kita akan menemukan pulau pasir yang menyembul dari lautan. Sayangnya selain terlalu sore, kemarin laut juga sedang pasang sehingga pulau pasir hanya malu-malu menyapa kami. 

Sebelum kembali ke Kelayang kami menyambangi pulau Kepayang yang tidak hanya menyajikan batu besar dan pasir yang halus tapi juga menyajikan hijaunya "hutan mini". Dari pulau-pulau yang kami sambangi, pulau ini merupakan satu-satunya pulau yang dilengkapi dengan panginapan, nggak tanggung-tanggung 4 Buah bungalow pinggir laut dan sebuah safari tent seperti membuat saya ingin bermalam disana. Oh iya disini juga terdapat penangkaran penyu lho.

Omong-omong tentang pulau ini, kalau kata teman saya mah kalau disini serasa bisa nikmatin hidup. Soalnya selain privat banget disini juga bagus banget lautnya dan Thailand mah lewat deh (kata dia lho, saya kan belum pernah kesana). Nah selain menyediakan penginapan yang kamar-kamar disini kiga ada paket backpacker lho, cuma dikenakan biaya 30ribu perorang itung-itung pemakaian air dan listrik aja. Masalah tidurnya? Silahkan bangun tenda atau ngumpet di sleeping bag diatas pasir. Kalau mau yang "enak" sedikit bisa juga sewa barak dengan harga 65ribu/orang dan baraknya muat sampai 15 Orang. Hmmm silakahn Pilih lho.

Sayangnya saya nggak sempet foto-foto disana pakai HP karena kehabisan daya dan nggak nemu listrik juga sih. Makanya fotonya nyusul yah menunggu dari yang bawa kamera dulu hehehe... Hari yang semakin sore memaksa kami untuk kembali ke Kelayang dan terpaksa berpisah dengan yahudnya pulau Kepayang yang memang aduhai. 

Berdasarkan perjalanan kali ini dengan quotes dari si teman maka yang terlintas di otak saya adalah ternyata Indonesia nggak kalah lho dari negara luar yang sekarang sedang naik daun dengan pariwisatanya. Ini Indonesia dan Ini "cuma" Belitung lho, sebagian keciiiiiiil dari Indonesia.

Cerita ini sata buat sebagai cerita hari ke 19 #30HariBercerita

Selasa, 22 Januari 2013

Indonesia Nggak Cuma Bali apalagi Bandung!

Banyak orang di Indonesia hanya pergi ke kota-kota yang sama
Libur ke Singapore atau ke Malaysia, weekend ke Bandung, pulang ke Jakarta
Hanya tahu tentang Indonesia dari berita TV dan koran saja
Bukalah kopermu, isi dengan baju, banyak destinasi yang bisa dituju
(Pandji Pragiwaksono - Lagu Melayu)

Mungkin bagi sebagian orang sudah mengetahui kalau Indonesia itu luas, tapi banyak dari orang yang tau itu nggak tau kalau Indonesia benar-benar luas dan kaya dengan alamnya (nah lho agak belibet yah). Apa yang terlintas di benak sebagian orang di Jakarta saat saya menghadapkannya pada kata "liburan"? Hmm banyak yang langsung terlintas Bandung atau sedikit lebih jauh Bali atau sekalian ke luar negeri (kalau ada duit dan ada pasport :p). Kenapa Bandung? karena tentunya dekat dan bisa belanja. Lalu kenapa Bali? Yah karna memang saat liburan Bali dipadati banyak orang dan coba saja cek setiap ada maskapai yang promo dengan harga murah, penerbangan weekend ke bali dalam kurun promo itu pasti saja yang paling cepat habis. Iyah kan?? ngaku deh.

Oke cerita dan jargon lama kalau Indonesia nggak cuma Bali dan Bali ada di dalam Indonesia, tapi selama jargon itu dikumandangkan masih banyak lho orang-orang yang masih menjadikan Bali sebagai pilihan pertama destinasi liburan mereka. Sebagai negara yang (katanya) memiliki garis pantai terpanjang di dunia, harusnya Indonesia punya ratusan bahkan ribuan pantai yang jadi primadona sebagai destinasi wisatanya. Hmmm.. Ya kali dari 33 provinsi selalu aja 1 provinsi yang juga 1 pulau itu yang jadi primadonanya lagi pula selain pantai Indonesia masih punya pilihan objek lain selain pantai. Hey Mba, Mas, Oom, Tante Indonesia punya gunung, Danau, Sungai dan lainnya lho jadi nggak melulu pantai.

Kalau boleh jujur memang sekarang ini sudah banyak destinasi yang "agak" terangkat dan dijadikan alternatif liburan bahkan bagi sebagian orang (yang lain) dan justru destinasi-destinasi tersebut lah yang dijadikan incaran. Saya sendiri memang belum pernah mengelilingi luasnya Indonesia bahkan bisa dibilang saya adalah tukang jalan-jalan (kalau sebutan traveler tampak terlalu berat buat saya) yang beraninya didalam pulau dan baru kali ini saya bermain di luar pulau saya dan.. Wow pulau kecil ini pun mampu memukau saya. Tak terbayang bagi saya pulau-pulau lain disana bagaimana indahnya.

Sawarna (Banten), Teluk Kiluan (Lampung), Belitung (Babel), Raja Ampat (Papua Barat), Manado Tua (Sulawesi Utara), Derawan (Kalimantan Timur) dan beberapa tempat lainnya bisa dibilang jadi beberapa destinasi pantai/laut yang mulai menjadi kuda hitam ditengah "Bali Sentris". Sayangnya memang fasilitas dan transportasi disana belum semegah di Bali, tapi yah buat saya perjuangan transportasi kesana pasti akan terbayar dengan alam yang tersaji.

Mau belanja? Jangan cuma ke Bandung. coba tengok kota Tasik dengan Rajapolah-nya yang jadi pusatnya para pengerajin sulam dan payet juga kerajinan tangan. Bila berkunjung ke Yogyakarya jangan hanya tour kota tapi sempatka mampir ke kota Gede yang jadi pusat kerajinan perak. Untuk warga Ibu Kota yang mau main aman dengan libur singkjatnya coba lupakan Bandung dan kembali ke Bogor yang mulai ramai dengan kuliner dan pastinya Kebun Raya yang Asri atau main Air di The Jungle. Hmm sebenarnya wisata belanja ini juga bisa lho jadi pilihan saat wisata alam nggak memungkinkan.

Kalau ada yang mau bilang saya lebay silahkan lho tapi saya pernah berkata kalau akan nggak pernah jalan-jalan kie luar negeri dengan uang sendiri (beda kalau dibayarin) sebelum seenggaknya nginjekin kaki di 5 pulai besar di Indonesia. Hmmm kenapa? karena saya mau saat saya ke luar negeri nanti saya bisa dengan mudah membandingkan dengan yang negara saya punya. Kalau memang disana tak sebagus di Indonesia kita boleh berbangga namun jika disana lebih bagus di Indonesia kita harus mengapresiasi dan berusaha bagaimana destinasi disini bisa sebagus disana. Jadi sudah siapkan koper? atau cari penerbangan murah keliling Indonesia? semua tergantung style kita saat bepergian.


Apabila kau ragu untuk menjelajahi negrimu

Perjalanan pesawat tak makan waktumu kecuali Papua hanya setidurmu

Siapa lagi kalau bukan kamu yang jadi duta untuk bangsamu

Negri yang kaya kamupun tahu sekarang giliran dunia yang tahu
(Pandji Pragiwaksono - Lagu Melayu)




Cerita ini sata buat sebagai cerita hari ke 18 #30HariBercerita

Sabtu, 19 Januari 2013

Temperature Shock!

Waduh apa lah ini temperatur shock. Oke, kalau biasanya orang yang pindah dari satu kota ke kota lain mengalami shock culture karena perbedaan kultur nah itu sih nggak berlaku buat saya tapi perbedaan cuaca dan temperatur yang begitu aduhai.

Masih ingat cerita saya tentang betapa basahnya jakarta kemarin? Sekarang saya berada ditempat yang benar-benar kering dan berangin. Hmmm benar kata orang, cuaca di Jumat siang itu pilihan nya cuma dua yaitu ujan atau panas banget. Nah kali ini cuaca Belitung ada di pilihan kedua. Hmmm kebayang dong rasanya nih badan? Macam jemuran kering!!

Sebagai orang yang habis nerabas jalan tol yang banjir dan diguyur hujan berhari-hari begitu ketemu cuaca yang terlalu cerah, wah pastinya seneng banget lah. Badan macam jemuran baru kering, Ups tapi semua berubah setelah 10 menit menikmati cahaya matahari.. Mulai kerasa panasnya cyn macam nusuk ke kulit..

Berhubung nggak lama pertama dari menginjakan kaki di pulau belitung ini saya langsung menuju ruangan ber AC dan kendaraan yang ber AC pula jadi efeknya belum dahsyat. Nah begitu mulai beraktivitas diluar ruangan hmmm baru lah terasa, selain kulit perih keringat pun mengucur dasyat.

Ingin rasanya saya kirim matahari ke Jakarta supaya air banjir itu menguap dan pastinya cucian yang dijemur kering, sekering baju saya.

Jakarta 17/1
Belitung 18/1



Bandingkan
Antara Jakarta dan Belitung sehari kemudian





cerita ini ditulis untuk #30HariBercerita hari ke 17

Sumpah Jerapah Jakarta : Jakarta ooh Jakarta

Ngaku deh siapa yang hari ini misuh-misuh sama kemacetan jakarta? Weits mirip sama cerita saya sebelum nya ya? Tapi emang bener lho keadaan Jakarta hampir sama seperti dua hari lalu bahkan lebih parah..
Banyak hal yang bisa diceritain hari ini termasuk perjalanan saya menuju kantor yang aduhai maknyos.

Bayangkan Ciputat-Medan Merdeka 4 jam saudara-saudara plus jalan nya nggak umum banget. Masuk jalur trans Jakarta, "Parkir" di samping plaza Indonesia selama hampir 1 jam, putar balik di jalan yang sama, ngelintas digenangan kali menteng, masuk-masuk jalan kebon sirih sampai melintas di halaman monas dan melawan arah sampai akhirnya tiba di depan kantor.

Sukses menginjakan kaki d kantor pukul 10.30 ternyata tidak membuat saya berniat untuk pulang lebih sore. Suasana di kantor saat saya datang wow banget lah, 10.30 serasa jam 7 pagi. Panjang nya perjalanan ke kantor ternyata berbanding lurus dengan lamanya perjalanan pulang.


Hambatan ajaib muncul di saat pulang. Kawasan Menteng dan Tosari yang tadinya bisa dilewati bus jadi terlalu nekat kalau mau melintas disana dan tentunya depan Sarinah belum bisa dilewati. Oh iya, tapi gara-gara depan Sarinah belum surut saya bisa melewati drama ketinggalan jemputan.

Rute pulang kali ini lebih ajaib yaitu Medan merdeka-thamrin-kebon sirih-jaksa-cemara-menteng-kuningan- (maksa belok kanan di bawah fly over kuningan) - Gatsu -Semanggi dan sampai lah di jalan Sudirmam.  Niatnya sih dari menteng mau lewat jalan Diponegoro tapi tampaknya akses-akses Tosari ditutup bahkan dengan sedih saya harus terima kalau taman pembatas di jalan diponegoro hancur gara-gara dipaksa jadi tempat putar arah bahkan ada bus besar yang nyangsang alias nyangkut melintang di taman.

Jujur saya sudah nggak bisa bilang apa-apa lagi mengenai hari ini. Sebenarnya bukan sakit pinggang gara-gara 4 jam di bus yang membuat saya takut akan dampak dari banjir dan lumpuhnya Jakarta hari ini, semoga saja tak seperti yang saya takut kan.

video

--- cerita ini saya buat untuk #30HariBercerita hari ke 16 ---

Kamis, 17 Januari 2013

Samwon House : Terseret ke Istana Korea

Agak bosan untuk bercerita tentang keseharian saya, hmm kali ini saya mau cerita tentang tempat makan asoy yang harusnya saya tulis beberapa hari yang lalu.. yuks mari kita makan..

Kali ini saya dan dua orang teman melenggang ke sebuah resto masakan Korea bernama Samwon House yang terletak di Setiabudi One Building, Jakarta. Hmmm letaknya yang dilantai dasar harusnya nggak membuat kita kesulitan mencarionya. Tapi dasar memang kami terlalu terpaku dengan akuarium restoran yang ada disebrangnya jadi aja kami sempat melewati Samwon tanpa sadar lokasinya.

Oke, karena pakai voucher dari salah satu website diskon maka kamu bertika memesan makanannnya agak brutal, maklum aja kami memengang voucher 3 x 450 ribu alias 450 ribu.. wah banyak yah?

Masuk ke Samwon kita akan merasakan sensasi ruangan yang korea banget. Terdapat dua pilihan tempat duduk yaitu lesehan (minimal untuk 6 orang) dan kursi biasa. Kursi dan meja pun ada dua jenis yaitu yang memakai bakaran dan nggak.



Ada 3 menu yang kami pesan yaitu Bulgogi (2 porsi) lalu semacam shaubu-shabunya yaitu Sosogi Jeongol untuk porsi 4 orang dan Nakji Bokkeum hmm banyak yah :p Sekararang mari kita bedah satu-persatu. Oh iya, waktu nunggu makanan datang kita langsung disodori Banchan lho.


Bulgogi sih semua udah tau lah ya, daging panggang ala korea yang dimakan bersama "lalapan" ala korea hehehe maksudnya selada, wortel dan hmmm itu katanya sih daun wijen tapi ngga tau sih itu aslinya daun apa. Oh iya jangan lupakan bawang putih segarnya. Di Samwon ada 2 pilihan daging yaitu Australia dan USA dengan harga 80-120rb per porsi. Cara makannya cukup bungkus daging bersama (kalau suka) bawang putih segar juga kimchi dan saus bulgogi dalam selada atau daun "apa itu" terus tinggal leeep deh macam di iklan sozzz eh di drama korea deh.



Next menu adalah sogogi jeongol macam shabu-shabu lah. Penasaran sama isinya? Daging sapi, sayuran, dan jamur dengan kuah kaldu daging sapi yang merah karena kami memang minta pedeuus. Untuk menu ini ada dua pilihan ukuran yaitu personal dan porsi keroyokan untuk sekitar 4-6 orang (dibuku menu sih gitu) masing-masing bisa ditebus dengan 60an dan 200 ribu.


 Nah kalo Nakji Bokkeum kayaknya pernah saya bahas deh yah. Semacam tumis gurita pakai bumbu yg menurut saya enak.

Sebenernya mesen menu ini tuh karena 2 menu pesanan kami belum mencapai target dan jadinya daripada nggak bisa direfund mending ambil menu lagi dan pastinya harus habis. Hmmm dari segi rasa menurutku sogogi jeongol dan nakji bokkeum nya juara. Bulgogi nya enak sih tapi berhubung udah pesan jeongol jadi aja bulgogi nya ga bisa bakar sendiri karena lapaknya dipakai. Atmosfernya juga oke punya kok. Sedikit yang kurang adalah free tea yg bukan teh jagung tapi ocha dan mbak-mbaknya kuranp pol tuh wardrobe nya kurang memberi aura-aura korea. Tapi secara keseluruhan oke punya lah dan saya merekomendasikan resto ini kalau ada budget mah hehehe



Rabu, 16 Januari 2013

Jakarta + Hujan = Macet + Banjir

Hujan sekitar 8 jam yg mengguyur Jakarta ternyata emang sakti bgt, baru segitu aja udah bikin Jakarta pagi ini lumpuh dan ancaman banjir dimana-mana. Ya seperti biasa seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti beberapa tahun yang lalu.
Hari ini saya menjadi orang yg ikut mengutuk hujan dan kemacetan menuju Ibukota. Bagaimana tidak, hujan rintik-rintik yang membuka hari membuat saya "susah move on" dari kasur, haduuh. Oh iya puncak nya adalah perjalanan dari rumah ke kantor yang memakan waktu 3 jam, bayangkan 3 jam! Oke Jakarta lumpuh!
Sebenarnya macet di Jakarta bukan hal yang aneh apalagi sekarang ini, tapi setelah ditambah hujan hmm perfect! Ancaman Jakarta lumpuh mengingatkan saya pada tahun 2002 saat saya masih SMP. Memang, hujan nggak wajar tahun ini katanya semacam siklus 5 tahunan.. hmm kalau kenanya tahun 2013 berarti 6 tahun dong ya?
Mungkin dulu saya masih nggak tau bagaimana dampak hujan buat Jakarta dan daerah di sekitarnya selain banjir. Jadi kalau udah ujan, dulu yang saya pikirkan cuma gimana caranya saya ke posko banjir buat bantuin teman-teman yang lain. Memang bukan rumah saya yang banjir tapi entah mengapa keinginan saya untuk membantu kawan-kawan yang kebanjiran sungguh kuat.
Oke, balik ke judul. Tampaknya Jakarta memang nggak akur sama air. Giliran hujan sedikit terus banjir terus macet. Eh giliran kemarau beberapa daerah kekeringan.. Parah.
Hari ini baru hujan beberapa saat aja udah bisa bikin Jakarta lumpuh setidaknya jalanan padat banget-banget dan genangan air dimana-manj. Nah apa sih yang salah dari ibu kota kita yang tercinta ini? sebenarnya salah kota ini, sistem nya atau justru orang-orang yang beraktivitas didalamnya? mari introspeksi diri masing-masing supaya formula diatas dapat terpecah kan

Senin, 14 Januari 2013

Apa Kabar si Resolusi Tahun Ini?

Resolusi gue di tahun 2013 ini adalah bla-bla-bla
Kalau tahun 2012 resolusi gue ini maka di 2013 gue bakal bla-bla-bla

Jadi pertanyaannya adalah :
Apa resolusi saya ditahun ini?
Atau yang lebih tepatnya :
apakah itu resolusi bagi saya?

Ya, saat semua orang dengan semangatnya mengumbar resolusi mereka di tahun 2013 saya malah bingung mengenai resolusi dan mempertanyakan jadi resolusi itu apa ya?? hahaha.. Ironis memang...

re·so·lu·si /rĂ©solusi/ n putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tt suatu hal:rapat akhirnya mengeluarkan suatu -- yg akan diajukan kpd pemerintah (menurut KBBI Online)

Mungkin bagi sebagian orang saya tampak seperti orang tanpa rencana, tanpa tujuan. iya tapi kenyataannya memang begitulah saya. bahkan saya lupa apakah tahun 2012 yang lalu saya memiliki resolusi atau tidak? hmm.. mungkin memiliki.. 2012 tahun untuk lulus dan thanks God Agustus kemarin saya diwisuda.. dan tampaknya itu bukan sebuah resolusi tapi emang udah mepet aja jadi yah harus lulus.

Oke balik ke resolusi 2013, hari ini udah minggu kedua alias hari ke 14 bulan pertama dari tahun 2013 tapi saya masih belum bisa memutuskan apa resolusi saya ditahun 2013 hahaha.. lagi-lagi mentok... sebenarnya kalau keinginan sih banyaaak sekali bahkan mungkin jari ini sampai pegal kalau harus diketik tapi kan itu keinginan lho.

Kalau boleh jujur, saking banyaknya keinginan saya di tahun ini, saya sampai nggak bisa mengklasifikasinya hahaha.. atau tepatnya saya sampai nggak bisa bilang apa keinginan saya yang utama.. Pengen sekolah lagi, pengen jalan-jalan keliling Indonesia, pengen lebih baik, pengen bisa nabung pokonya kalau kata doraemon sih ingin ini-itu banyak sekali... lalu apakah keinginan itu bisa dibilang resolusi? lalu bagaimana dengan keinginan-keinginan yang ngambang atau berupa repetisi macam keinginan untuk jadi lebih baik, keinginan terlihat keren dan semacam itu? apa masuk resolusi juga?

Entah apa yang saya pikirkan saat saya bilang saya nggak pernah punya resolusi di awal tahun. kata resolusi bagi saya kok memiliki kesan yang berat yah? Tapi ya sudah lah mungkin masing-masing orang memang memandang si "resolusi" dari sisi yang berbeda. Jadi kalau ditanya apa resolusi saya tahun ini? Maka saya akan menjawab dengan : "bingung". Tapi kalau ada yang nanya apa keinginan saya, maka jawabannya BANYAK!!!!!

Minggu, 13 Januari 2013

Semua Bisa Kemana

Kalau kata orang-orang di kantor saya, orang Indonesia itu kurang sadar wisata dan nggak menjadikan kegiatam wisata sebagai sebuah kebituhan. Weeeew kata siapa? Coba tengok teman-teman saya dan tentunya saya sendiri. Buat kami berwisata itu semacam lada didalam sayur sop, kalau nggak ada yah sebenernya nggak apa sih tapi kalau ada hmmm tambah maknyooos lah.
Nah jadi ceritanya malam ini saya dan temen-temen lagi ngobrol lala-lili ngalor-ngidul ngobrolin kereta api, kebetulan ada seorang teman yang kerja di call centernya dan tercetuslah ide gila untuk jalan-jalan ke Pacitan yang katanya punya pantai bagus banget. Maka jadi lah obrolan masalah tanggal, akomodasi dan kebutuhan disana. Hmmm.. baik lah.
Nah kalau udah gini, berarti udah sadar banget kan sama wisata hahaha... Hmmm nggak cuma mereka sih yang bisa seenaknya mau bepergian sesuka hati, dulu saya juga begitu kok. Jaman dulu nih kalau skip dikit bawaannya mau beli tiket kereta nah kalau sekarang kalau skip dikit bawaannya ngecek harga tiket pesawat. Hmmm meskipun beda alat transportasi tapi kan tetep jalan-jalan bukan?
Nih ya kalau dipikir-pikir sekarang ini harusnya semua orang bisa jalan-jalan karena transportasi makin oke punya. Dulu lungkin kalau mau jalan-jalan kudu pake bus atau kalau mau cepet pake kereta meskipun waktu tempuhnya tetep alakazam sih. Nah mau naik pesawat duh jaman duku mah harganya ampun-ampunan mahalnya  atau naik kapal laut yang juga lama bgt nyampenya.
Bandingkan dengan sekarang, waktu dimana kereta udah lumayan cepet dengan berbagai pilihan jadwal dan kelas, kalau mau naik bus pun udah mendingannlah seenggaknya jalan lintas kota dan provinsi udahnpada diaspal dan kalau mau naik pesawat terbang wuuiih udah banyak banget low budget air lines mau kemana tinggal pesen duh tapinkalau utusan kapal laut aye belom tau juga ye tapi kata orang-orang di blog sana sih udah ada kapak penyerangan yang nyama  banget dan mulai meningkat kecepatat kapalnya. Bah kalau gini asik banget Iya kan?
Hmmm dengan gampang dan semakin bervariatif pilihan moda transportasi harusnya semua orang bisa mengunjungi berbagai tempat setidaknya di pulaunya, terus di negaranya dan baru nanti ke negeri lain.  Eh kira-kita orang dulu ngebayangin nggak yah kalau sekarang semua orang bisa bepergian kemana aja asal bisa beli tiket yah itu apalagi dengan gencarnya promo sana-sini  dari maskapai yang kayanya bertatif rendah.
Well sekarang semua bisa kemana tinggal sesuaikan dengan stok lembaran di dompet, nominal di rekening dan waktu senggang saja... selamat kemana-kemana wahai siapa - siapa ;)

Sabtu, 12 Januari 2013

PO BOX oohh PO BOX, PHP Banget Deh!

Mungkin sebagian orang mulai dadah-dadah sama kantor pos dan milih agen pengiriman kalau buat ngirim barang dan pastinya menggunakan alat komunikasi canggih kalai cuma mau bertukar kabat. Hmmm tapi nggak dengan saya, setidaknya nggak sepenuhnya lah. Buat saya kesaktian kantor pos yang belum bisa ditandingi adalah dalam hal kirim kartu pos (agen paket juga bisa sih tapi kan itungannya tetep per kilo). Dan kalau kirim-kiriman kartu pos deg-degannya ga bisa ditandingin sama sekedar kirim email, atau e-card.

Oke, balik ke judul. Nah karena saya dari dulu suka banget berkirim kartu pos ke teman diluar sana dan tambah lagi pas ikut si @cardtopost maka mulai berdatangan lah kartupos ke rumah. Hmm seengaknya kalau dulu paling3 bulan sekali dapet kartu pos dari temen nah sekarang dapetnya lumayan sering lah. Nah berhubung alamat saya panjang dan kadang dirumah karna saking banyaknya orang jadi kalau ada kiriman selembar kartu pos suka nyelip-nyelip maka saya putuskan untuk membuka PO BOX seperti beberapa teman.

Singkat cerita hunting PO BOX dimulai dari 3 bulan lalu dengan target pertama kantor pos paling deket rumah (kantor pos gintung) tapi sayang disayang kantor pos itu nggak nerima pembuatan PO BOX dan emang nggak keliatan ada kotak surat di depannya. Yah apa mau dikata meskipun si petugas ngasih saran buat ke kantor pos besar yang di Gaplek tapi Aiiih mah agak jauh yah ke arah sana.

Oke beranjak ke target ke dua yaitu kantor pos pusat Jakarta Selatan 12000 yang ada di fatmawati. Nah yang namanya kantor pos besar pasti gede dong yah dan pasti ada PO BOX nya. Nah setelah nanya sana-sini akhirnya saya ke lantai 1 (dibawah lobi) yaitu tempat dimana itu surat pada masuk dan itu PO BOX dijajarin. Disana saya bertemu bapak baik hati yang menjelaskan mekanisme penyewaan PO BOX di kantor pos ini. Cukup dengan foto copy KTP maka kunci PO BOX sudah ditangan. H,,, tapi yang bikin saya ciut dan nggak jadi adalah biaya sewa PO BOX disini cukup mahal lhooo... kita akan dikenakan biaya sewa 25ribu per bulan yang bayarnya kudu 1 tahun langsung alias 300ribu pertahun plus pembuatan kunci PO BOX seharga 30 ribu. Hmmm mahal ya kalau sekali ngeluarin duit 330ribu.

Next target adalah kantor pos Rengas yang ada disamping pasar Bintaro. Sebenenya nggak sengaja tau kalau disana bisa buka PO BOX lantaran tepat didepan kantor pos itu ada kotak macam lemari atau lebih tepatnya loker berwarna orange. Setelah ke-pending beberapa minggu akhirnya tadi siang saya pergi kesana dan ternyata benar kalau disana bisa nyewa PO BOX dan yang bikin saya makin girang adalah biaya sewa yang nggak semahal di kantor pos pusat Jaksel itu alias cuma 150 ribu per tahun.. Oke nggak pake mikir lagi dan emang udah niat maka saya isi formulir dan menyerahkan fotocopy KTP. Udah gitu tinggal nyari box yang kosong dan punya deh PO BOX sendiri, syukur-syukur dapet nomer 13.

Yak disini lah masalah muncul...jreeng jreeng ceritanya kalau ngintip buku besarnya pak pos sih kotak no 13 nggak ada yang punya oke mulai sumringah nih saya. Ooh ternyata pas dibuka didalam kotak itu ada beberapa surat. Huuuft gagal deh punya PO BOX nomer 13 :( usaha pun dilanjutkan (ceileeh usaha macam apa lah ini) satu persatu kotak dibuka dan giliran ada kotak yang kosong eeeh di buku besar itu nomer ada yang punya. Huuuh nasib ooh nasib...

Maka simpulannya adalah gagal lah saya buka PO BOX gara-gara ceritanya itu kotak penuh semua. Sebenernya saya sempet ditawarin buat pake kotak didalem aja dan nomernya suka-suka hati lah tapi ngambil suratnya pas hari kerja atau hari kantor pos buka. Yaaah kalau gitu mah nggak asik dong. Huuuh rasanya macam kantor pos PHP sama saya alias pemberi harapan palsu. Ya udah maka tampaknya saya masih harus berburu PO BOX di kantor pos lain yang harga sewanya nggak mahal-mahal amat macam di Jaksel. Nyak baek lah.............

Jumat, 11 Januari 2013

Masak Kreatif ala Anak Kost

Selamat malam para anak kos dan mantan anak kos. Hmmm mengapa malam ini saya menyapa anak kos karena tadi siang saya sempat berbincang dengan seorang kawan tentang salah satu hal yang anak kos banget.

Secara de fakto sih saya cuma 1,5 tahun jadi anak kos 1tahun pertama dan 1 semester terakhir karena sisanya saya numpang di tempat teman heeee.. yah meskipun judulnya tetep ngekos sih yah. ?

Hmm jadi begini, salah satu problem anak kos seperti saya adalah terlalu hobi masak (meskipun eksperimetal) dan terlalu bawel dan bosen menu kalau makan diluar. Hmmm kali ini saya nggak akan bercerita panjang tapi saya mau bagi-bagi resep andalan saat kondisi anak kos malas masak, peralatan masak nggak lengkap atau sekedar bosen makan pecel lele. Nah kalau udah terjebak dikeadaan macam itu biasanya saya sebagai anak kos yang (sok) kreatif bakal mendekatkan diri dengan rice cooker.

Sebagai orang Indonesia sejati pastinya perut ini nggak afdol kalau nggak diisi nasi tapi nggak mungkin juga buat saya makan nasi putih gitu aja, sekere-kerenya nasi juga kudu punya rasa maka nasi liwet lah jalan keluarnya. Hmm lupakan nasi liwet solo yang ampun-ampunan ribet karena ada kuah santan, kali ini yang saya biasa masak adalah nasi liwet sunda yang resepnya saya contek dan modifikasi dari seorang kawan.

Nasi liwet ini sebenrnya biar cihuy dimasak pakai dandang atau kasrol tapi sebagai anak kosan yang ga mau terlalu intim sama warung nasi maka harhs sedikit kreatif menggunakan rice cooker.

Jadi peralatan seadanya yang harus disiapin adalah :

- Rice cooker : ukuran kecil lebih asik tapi kalau adanya yang besar mending sekalian makan bareng teman - teman
- sendok nasi : ga mungkin ngambil nasi panas pakai tangan kan?
- pisau dan talenan : ini pasangan sejoli yang harus kita punya atau seenggaknya kita cari buat masak.


Setelah alat-alat lengkap maka seterusnya adalah menyiapkan bahan. Oh iya saya nggak akan ngasih takarannya karena kalau saya masak biasanya asal cemplung dan adal masuk hahaha... oke bahan yang harus disiapkan adalah :


- beras : ya iya lah beras kan kita mau buat nasi. Jangan lupa cuci bersih yah.
- bawang merah dan bawang putih : buat saya yang dua ini wajib ada seenggaknya masing-masing 4 siung kalau lebih juga nggak apa malah lebih cihuy. Bawang yang udah dikupas nggak perlu dipotong cukup dikeprek alias ditekan alias di-press
- cabe rawit : cabenya nggak perlu dipotong juga cukup dicuci. Kalau jumlahnya terserah yang mau makan aja seleranya kayak apa.
- daun salam dan sereh :  buat anak kos agak susah yah dua item ini tapi nggak ada salahnya pas beli bawang beli ini juga biar rasa dan aroma nasi liwetnya lebih pol. Hmmm 3 lembar salam dan 2 batang sereh juga cukup kok buat takaran beras segimana pun. Yah kalau beli di warung mah minta 500eun aja kalau udah ga boleh berarti beli 1000eun lah. kalau nggak ada juga yah nggak usah pake juga ga apa tapi emang agak kurang pol sih.
-garam dan perasa : ini penting buat ngasih rasa sama nasinya nanti. Kalau saya sih buat yang rice cooker kecil biasa pakai 1 sendok teh. Sedangkan untuk perasa bisa pakai kaldu bubuk sapi atau ayam, pakenya sebungkus kalau buat rice cooker besar, yah nalar aja lah yah disesuaikan sama garam juga,
-lauk : oke, lauk disini boleh ditambahin, boleh nggak tergantung persediaan. 
---Kalau lagi makmur ada ayam maka ayam mentah yang udah dicuci bersih tinggal disatuin sama beras. Iya cemplungin aja langsung. Emang agak serem sih tapi kaldu dari ayam bakal bikin nasi lebih enak.
---ebi dan teri jadi paporit sayah kalau udah nyatu ke nasi hmm enyaak.. cara masaknya juga tinggal diaduk aja sama beras. Oh iya kalau teri atau ebi atau rebonnya asin jangan lupa kurangi sedikit garam yang dipakai.
---ikan peda juga bisa dipakai tapi masukinnya pas nasi udah mau matang, taruh aja diatasnya. Hmm tapi saya belum pernah nyoba yang ini pake rice cooker sih heheee...
---telur, nah kalau telur yang dimasukin ada baiknya kalau porsi makan nasi liwetnya buat sekali makan dan buat sendiri jadi enakan pake rice cooker yang kecil. Sama kayak ikan peda, cara masukin telur juga pas nasi udah mau matang. Nah pas nasi kira2 udah mau matang langsung deh ceplok telur diatasnya macam bibimbab nya korea hehehe...



Yak panjang yah? Nah sekarang cara masaknya adalah tinggal satuin semua bahan yang kita punya terus aduk dan tambahin air seperti masak nasi biasa, kalau saya sih biasanya airnya agak lebih banyak dari masak nasi putih biasa karena tampakhya si air bakal keserap sana -sini jadi kalau sedikit banget jadi kekeringan. Yah seenngaknya kalau orang yang biasa ngukur air masak nasi pakai telunjuk bisa pakai patokan air buat liwet ala anak kos ini 1,5 sampai 2 ruas jari lah.

Gimana? Tertarik mencoba? Selamat mencoba dan segala sesuatu yang agak melesetmdiouar tanggung jawab saya ya hehee.. mari bereksperimen :)

Kamis, 10 Januari 2013

Jakarta Hujan, Menpora,4 setengah tahun dan spekulasi

Hahahaha judul yang absurd seabsurd penulisnya.
hal diatas adalah hal-hal yang saya temui sehari ini (itulah mengapa saya senang sekali bercerita dimalam hari, diujung hari yang dapat mengakibatkan over time). Empat hal yang berseliweran di timeline sosial media saya dan tentunya banyak teman saya. Ya, Empat hal yang banyak dibicarakan orang.
Hmmm.. hal pertama adalah hujan besar disertai angin yang melanda jakarta. Hmm kalau ini sih nggak usah liat time line yah, saya merasakan labilnya cuaca hari ini. Setelah kemarin konstan hujan ngeledek (bukan dengan geledek apalagi pake getek) hari ini cuaca agak labil lantaran bagi yang biasa aja, siang yang agak cerah dan sore dengan hujan dasyat yang cepat reda. Hmmm, jujur tadi salah satu ujan terheboh yang saya lihat diperiode penghujan ini. hmmm jika biasanya dari ruang kantor saya dapat melihat bangunan seberang kantor maka tadi saat hujan hanya putih yang saya lihat. Menurut teman saya hujan macam ini dipanggil hujan badak, bukan badak yang turun tapi maksudnya adalah hujan lebat, deras maupun besar alias hujan badag (bahasa sunda).
Hal kedua adalah gosip kalau Roy Suryo bakal naik jadi menpora. Hmm saya sih nggak dengan langsung mengikuti perkembangan berita ini tapi terimakasih teman-teman tweeps yang telah menyuguhkan inFormasi. Oke saya coba nimbrung di bahasan ini dengan pernyataan : kalau bener roy suryo jadi menpora maka apakah krieria seseorang bisa jadi menteri? Selain dua pilihan dia praktisi dibidang itu atau dia aktif di parpol apalagi yang sedang berkuasa. Hmmm tampaknya opsi kedua yang lebih dominan di negara ini (menurut saya lho). Tapi nih ya kalau beneran dia bakal jadi menpora maka sukseslah kementerian tersebut memiliki merturut-turut 3 menteri dengan kumisnyang maha dasyat. Hmm semoga bukan itu kriteria jadi mempora, dan kalau itu jadi bahan pertimbangan maka saya akan mengajukan mas adamnya inul daratista dengan kumis menawannya. Hahaha.. eh tapi kalau roy suryo jadi menpora buat saya oke juga lho terlebih lagi dibidang pemuda, yah setidaknya nggak perlu ngenalin dia lagi lah. Pemuda hi-tech sampai kaskus pasti tau banget sosok yang satu ini.
Lalu hukuman 4,5 tahun bagi angelina sondakh jadi bahasan yang ramai berikutnya. Hmmm banyak yang protes hukuman tersebut terlalu ringan jika dilihat dari angka dan kerugian negara yang dibahas dikasusnya. Duh jujur saya kurang ngikutin kasus ini tapi yah, ya udah lah ya mau diapain lagi? Sebagai orang yang udah famous sebelum jadi anggota DPR atau memiliki kasus saya sih yakin hukuman sosialnya dia lebih berat dari putusan hakim. Jadi, ya udah lah ya liat aja nanti.
Yah hari ini pun penuh spekulasi. Dari mulai spekulasi tentang hujan plus angin tadi sore yang dikaitkan dengan ini-itu termasuk kenampakan fenomena perubahan iklim sampai tanda-tanda akhir jaman (hiiiiy). Lalu spekulasi om Roy Suryo yang jadi menpora, hmm katanya sih masih baru kandidat aja belum fix tapi kok udah heboh yah? Yah tuh kan banyak yang ber spekulasi lagi. Dan yang ketiga di kasus tante anggie nih, kalau ini sih saya yang berspekulasi hahaha...

Rabu, 09 Januari 2013

Hujan jangan marah tapi juga jangan ngedumel

Ini bukan perkara lagu Efek Rumah Kaca tapi keadaan langit hari ini.
Hmmm emang sih, hari ini hujan nggak marag-marah yang mekedak apalagi ngamuk-ngamuk. Hari ini yang di Jakarta cuma kena hujan yang ngedumel aja tapi ngedumelnya seharian (nah lho)
Jujur, kalau saya pribadi sih lebih suka hujan yang ngambek marah-marah tapi  cuma sebentar daripada ujan yang uring-uringan sepanjang hari macam bocah nggaj jadi ke dufan. Waduh, bukan gimana-gimana nih tapi sebagai warga yang di ibu kota saya sih milih gitu supaya nggak kayak tadi. Selain bikin males seharian juga bikin macet dan serba salah juga pastinya bikin dingiiiin.
Hmmm sama kayak orang-orang yang lain saya paling males dan takut kalau ujan ngambek dan nggak reda-reda adakah banjir cyyyn.. kalau ujan kelamaan meskipun ujannya nggak gede tetep aja bisa bikin banjir, nah lho. Tapi jujur dibalik itu saya lebih takut sama kelakuan orang-orang yang menyebabkan banjir. Hmmm selamat merayu hujan....

Markisi (Mari kita berkreasi) : Kartu Pos Gunting Tempel

"Ya ampun ucriiiit majalah gue lo gunting-gunting, ampuun deh nyampah"
Itu lah komentar ibu saya saat melihat saya mulai main-main dengan gunting.
Sebenarnya nggak ada yang salah sih dengan komentar ibu saya, dia juga nggak melarang untuk berkreasi cuma memang saking kreatifnya saya sampai koleksi majalahnya pun menjadi korban gunting saya hehee...
Sebenarnya apa yang saya buat?
Oke saya bukan seniman, bukan pula orang yang beneran kreatif tapi cuma iseng merembet sok kreatif hehee..
Kali ini saya niathya membuat kartu pos untuk teman postcrossing saya, entah kenapa sih sekarang kalau target kirimnya cewek dan masih muda, saya lebih senang membuat kartu pos kolase. Kesannya lebih personal dan yah siapantau dia suka.
Oke, bikin kartu pos gegayaan kolase itu gampang-gampang susah karena selain emang bikin kolase itu nggak gampang tapi juga bidang nya cuma 15x10 cm maksimal. Nah tuh gimana nggak riweuh? Dibidang yang sekecil itu saya mau masukin ini-itu. Udah gitu susah juga lahnya nyari gambar ukuran kecil.
Oke karya pertama saya dibikin tanpa konsep yang cihuy dan ditujukan untuk 2 teman @cardtopost saya. Hmmm karena yang sebelumnya nggak ada konsep jelas  maka yang ini kudu terlihat oke. Hmmm si target postcrossing sebenrnya pengen bgt kalau tuh kartu pos isinya gambar tangan tapi berhubung nggak bisa gambar kece pula maka ya udah lah ya kolase jadi pilihan untuk menggambarkan indonesia.
Berhubung saya nggak nemuin yang tradisional banget dari indonesia di majalah -majalah yang ada maka saya ganti jadi indonesia kekinian yang gamoang dicari. Ups, biar udah gitu ternyata saya kudu baek-baek cari gambar yang muat di medianya dan hasiknya adalaaaaaah.. jreng-jreng bisa diliat di foto bersama tumpukan guntingan majalah.
Berkreasi sebenarnya nggak sulit tapi juga nggak mudah asal ada mau dan ada ide maka bakal cihuy nah kalah lagk bunyu itu yang kacau... waduh...
:

Senin, 07 Januari 2013

Mensiasati si Andi Lau.. ciaaat...

Oke saya nggak akan membahas om ganteng bernama Andy Lau pemeran Yoko itu karena tentu saja masa kejayaannya udah lewat.  Yang bakal saya ceritain adalah Andi Lau yang lain yang selalu ada disekitar kita. Lho kok?
Weits kalau Andi Lau yang ini kita semua pasti pernah ngerasain, karena Andi Lau ini adalah Antara Dilema dan Galau hahaha uhuy banget kan?
Oke jadi hari ini saya lagi dilanda Andi Lau alias antara dilema dan galau, duh kalau dilema gara-gara masalah hati atau gebetan. Hmm tapi lantaran ada tawaran kerjaan menarik ditempat kerjaan impian dan nggak bisa hengkang dari kerjaan ini karena emang belum nyampe goals yang saya targetkan dan disini pula tempat kerja impian saya yang lain. Hmmm hayoo siapa yang pernah terjebak dikondisi seperti saya ini?
Buat saya dibeberapa kasus yang namanya dilema dan galau terkadang perlu asal jangan sampai lebay. Galau kadang bikin kita produktif juga lho, galau yang dikelola dengan baik akan menghasilkan sesuatu karena suka ada aja ide aneh yang muncul, yah mentok-mentok kalau mau produktif dikit yah jadi tulisan lah.
Back to my story (agak self sentris nih, maklum aja namanya juga blog pribadi saya), nah karena mengalami Andi Lau yang menggelegar di dua pilihan yang aduhay maka saya sempat ingin membagi Andi Kau saya ke krang yang saya pantas untuk tempat curhat. Hmmm... tapi setelah dipikir lagi ternyata nggak semua cerita bisa dibagi. Kadang ada beberapa hal yang emang harus "dicerna" sendiri karena menurut saya kalau udah di level Andi Lau maka keputusan harus diambil sendiri soalnya semakin banyak saran jadi semakin pusing cyyyn.. iya nggak?
Saya nggak akan berbagi tips mengatasi dilema dan galau soalnya saya juga masih sering macam itu hahaha.. tapi paling saya sih cuma gisa sharing cara mensiasatinya ala saya. Pertama bikin list kebaikan dan keburukan dulu, kalau masih juga nggak mempan jangan dulu diceritain ke orang nanti malah tambah bingung tapi coba ngobrol dulu saja diri sendiri nah kalau udah mentok juga baru cerita sama orang yang tau banget kita atau pernah ada di posisi macam kita. Hmmm... ini sih nggak saklek sih.
Buat kasus macam saya ini, saya jadi inget kata-kata Gloria Sinaga yang jadi tokoh utama di film demi ucok. Saya lupa sih kata per katanya tapi kira-kira intinya adalah kita kudu ngejar mimpi yang pernah kita buat dan nggak bokeh takut soalnya kalau takut bakal gagal. Nah di saya dua-dua nya adalah impian saya nah kalau saya dan cuma ada satu yang bisa saya pilih, kalau saya nggak berani milih dan ngorbanin yang lain maka disitulah kegagalan saya. Kalau saua kejebaj Andi Lau terus saya jadi nggak berani dan takut menentukan pilihan dan kalau gitu bukan kah sama aja kita gagal?
Jadi ternyata Andi Lau bisa dikalahkan dengan pemikiran yang tenang dan sedikit pengorbanan