Minggu, 25 Juli 2010

Autis Juga Bisa Show Off

Autism itself is not the enemy
the barriers to development that are included with autism are the enemy
-Frank Klein-

Banyak dari kita yang sering nyela temen dengan sebutan “Autis” cuma gara-gara
dia lebih suka menyendiri. Sebenernya tau nggak sih autis itu apa? Dan percaya nggak kalau orang autis bisa juga
berprestasi.

Istilah autis mulai popular sekitar 10 tahun yang lalu, istilah ini di ambil dari bahasa yunani “autos” yang berarti sendiri. Dalam perkembangannya istilah ini digunakan untuk orang yang sibuk dengan dunianya dan nggak tertarik sama orang lain.

Autis emang masih jadi hal yang menakutkan buat beberapa pihak tapi dengan polesan yang tepat, para penderita autis bisa membuat suatu hal yang bikin bangga, masih nggak percaya? Hebatnya lagi mereka anak-anak Indonesia loooh... Siapa mereka? Langsung aja di cek...

Oscar Yura Dompas

Cowok berusai 29 tahun ini (1981) merupakan penyandang autis pertama di Indonesia yang mendapatkan gelar sarjana. Oscar adalah lulusan Jurusan Bahasa Inggris Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta. Kini selepas kuliahnya Oscar membantu menjadi tenaga pengajar magang salah satu sekolah autis.

“Pengennya dulu setelah lulus, saya ingin mengajar, Makanya milih jurusan untuk guru” cerita Oscar tentang kuliahnya

Perjuangan Oscar untuk jadi seorang sarjana emang nggak gampang sob! Semasa SMP dia nggak lepas dari celaan teman-temannya bahkan sempat dianggap sebagai penderita penyakit menular. Tapi karena dukungan juga dari orang tua makanya Oscar bisa survive malah sama SMA nya dihabiskan di Australia loh.

Udah dua buku tentang autisme berhasil di tulis oleh Oscar, Autistic Journey dan The Life of the Autistic Kid Who Never Gives Up. Dua buku berbahasa Inggris itu ditulisanya sejak tahun 2004 dan untuk buku yang kedua udah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berjudul Menaklukan Autis.
Natrio Catra Yososha

Obsesinya tentang dunia arkeologi dan sejarah udah muncul saat Osha kelas 4 SD. Osha akhirnya bisa mewujudkan obsesinya setelah lulus tes
dan terdaftar sebagai Mahasiswa Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada di tahun 2008.

“Waktu itu diajak bapak liburan ke Yogya, ke Candi Borobudur, ke Kraton Yogya” cerita lulusan SMA Al Azhar 4 Jakarta ini dalam sebuah wawancara.

Nilai sekolah yang jelek pernah dirasakan sama cowok yang jago main biola ini. Usaha yang kuat dari sang mama dan lingkungan yang mendukung akhirnya bisa membantu Osha untuk berinteraksi dan puncaknya semasa SMA Osha selalu masuk ranking 10 besar loh.

Sebuah karya tulis berjudul Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia adalah karyanya yang dianugrahi sebagai karya tulis IPS terbaik di sekolahnya. Wah ternyata kalau diarahin obsesi bisa jadi cita-cita beneran.
Kharisma Rizki Perdana

Nggak cuma satu penghargaan MURI (Museum Rekor Indonesia) yang diterima sama anak autis berumur 10 tahun ini. Kharisma tercatat sebagai penghafal 250 lagu dan anak autisme pertama di dunia yang mempunyai album musik.

Album musik berjudul Education for all yang berisi 8 buah lagu adalah karya yang mengejutkan banyak pihak. Kharisma nggak cuma berpotensi di masalah musik aja tapi juga masalah menghafal.

Jangan sekali-sekali ngetes kekuatan otak siswa kelas 5 SD SLBN Semarang ini. Walaupun dia adalah seorang yang autis tapi kalau soal hafalan Kharisma boleh bangga sama pengetahuannya yang udah kayak ensiklopedi berjalan. Pengetahuannya yang luas ini kebangun lantaran hobi baru Kharisma membaca Koran dan nonton TV.

“Saya ingin jadi dokter spesialis anak agar bisa mengobati anak-anak yang sakit juga pengen jandi penyayi” cerita Kharisma dalam sebuah wawancara.