Rabu, 02 Januari 2013

Tahun Baru : Semangat Baru atau Baru Semangat?

Hai hari kedua bulan Januari 2013 yang juga hari pertama kerja ditahun ini...

Ada yang lucu di kantor saya pagi ini, kalau biasanya mereka (jangan tanya siapa yang saya sebut mereka) datang cenderung siang tapi hari ini waktu menunjukan baru 07. 30 pagi dan anehnya kantor sudah ramai.

Well, bagi yang berpositif thinking mungkin akan berpikir : yah mungkin saja mereka sudah berubah menjadi buruh yang teratur di tahun yang baru.

Ya memang, mereka tampaknya sudah berubah tapi sayangnya itu karena ada peraturan baru yang memaksa denga sejumlah iming-iming kalau mereka blablabla dan akan ada pemotongan ini-itu kalau mereka melakukan blablabla.. hahaa lucu yah...

Entah kenapa saya selalu merasa geli sendiri bila melihat orang lain kocar-kacir lantaran tidak bisa atau tidak mau beradaptasi dengan keadaan yang baru meskipun itu akan membuat mereka lebih baik.

Hmm tahun baru peraturan baru... sebenarnya judul ini kurang pas sih karena bagi saya ini seharusnya bukan peraturan baru bagi mereka hanya mekamisme baru saja. Toh bukannya mereka seharusnya memang harus masuk kantor setidaknya pukul 08.00 (setidaknya itu yg saya dengar waktu saya akan masuk ke wilayah mereka) lalu mengapa saat ada "ancaman" pemotongan tunjangan baru lah mereka berbondong-bondong datang lebih awal. Hahahah ironis...

Tahun baru dengan peraturan baru harusnya diisi dengan semangat yang baru, semangat yang tulus untuk berubah semangat karena ada ini-itu. Yah, kalau macam itu sih namanya bukan semangat baru lah, tapi baru semangat hahahaha.. iya, baru semangat kalau ada iming-imingnya



--cerita ini saya tulis untuk Hari 1 #30haribercerita--

Selasa, 04 Desember 2012

Ngubek Jakarta : Karilam Gang Gloria yang Super!!!



Apa yang terlintas dipikiran kalau mendengar kata Kari?? pasti mengarah ke india atau daerah timur tengah. lalu gimana kalau saya cerita tentang salah satu makanan favorit saya di pecinan adalah kari, ya namanya adalah kailam.

Ada yang bilang karilam berbeda dengan kari atau karee tapi buat saya sama-sama bertabur rempah. oke, emang sih rempah di karilam berbeda dengan kari timur tengah soalnya bagi saya yang nggak suka rempah yang menyengat kari lam ini cukup enteng dan masuk banget.

Seperti yang saya pernah cerita di "Petualangan di Gang Gloria" karilam ini berada di ujung gang gloria. Oh iya, Karilam yang dijual disini terdiri dari dua varian yaitu ayam dan sapi jadi bisa sedikit tenang lah ya makannya hehehe... 

Untuk varian ayam yang dipakai (tampaknya) adalah ayam kampung. sedikit spekulatif sih tapi soalnya pas saya minta banyak tulang eh ternyata tulangnya keras banget dan nggak bisa dikuntah selayaknya tulang ayam di fast food. Nah karena itu lah muncul hipotesis (tsah gaya bet bahasanya) tentang jenis ayam yang dipake kalau nggak ayam kampung yah ayam pejantan tapi meskipun yang itu masih nebak-nebak tapi rasanyasih udah pasti.. pasti enyaaaak..

Varian lain adalah karilam sapi. Jujurn nih yah karena saya nggak ngarti masalah dunia persapian maka analisis saya mengenai karilam varian ini adalah ENAK! lha? yah karena enak beneran hehehe... dagingnya itu loh berlimpah dan dikit banget gajih-nya bahkan tampaknya hampir semua daging. Pool banget kan?

Kalau hidup aja butuh pendamping makan karilam pun butuh pendamping saat dimakan (hallaaah) kenapa? alesannya cuma satu, biar kenyang! pendamping ini adalah nasi dan misoa. Msoa itu semacam mie tapi tipis yah lebih besar dari bihun lah dan bahan dasarnya terigu. Kalau makan pakai misoa karilam langsung disiram di atasnya dan disajikan di mangkok super besar sedangkan kalau disajikan dengan nasi maka karilam disajikan secara terpisah.

Masalah harga? siap-siap merogoh kantong yah, karena satu porsi karilam dan pendampingnya harus ditebus dengan 23 ribu rupiah jadi siapin aja 25 ribu biar ada sisanya hehehe... tapi nih tips dari saya supaya sedikit ngirit adalah kalau kesana lebih baik berdua jangan sendiri jadi beli aja karilam satu porsi terus tinggal nambah nasi satu lagi deh hehehe.. soalnya ini porsinya seriusan gawat banget (saya aja makannya sampai capek :p).

Oke, jadi gimana? masih penasaran sebesar apa porsi karilam? ya udah yuk langsung kita meluncur...