Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2015

Ngumpul, Main dan Olahraga di Taman Langsat

Meski nggak se-hype taman-taman yang ada di Bandung tapi taman kota di Jakarta jutga patut diperhitungkan lho. Sebut aja jejeran taman Menteng, taman Situ Lembang dan Taman Suropati yang jadi tempat berkumpulnya anak muda di tengah kota, atau taman Barito alias taman Ayodya di selatan. Dalam jejeran taman kota yang ada di Jakarta, ada 1 yang menarik saya, yaitu taman Langsat. Iya, taman yang beberapa tahun lalu terkenal dengan cerita horornya.. hiiiy...

Oke, saya nggak akan cerita horror-horror-an tapi saya mau berbagi tempat yang cukup enak buat ngumpul-ngumpul dan berkegiatan bareng teman-teman komunitas. Sudah 2 kali dengan 2 komunitas yang berbeda saya melakukan ngumpul kecil-kecilan disini. Untungnya meski nggak pakai surat izin kegiatan kami aman-aman aja tuh, mungkin ini lah gunanya ruang terbuka publik. Asal tetap jaga kebersihan kali ya.. Sayangnya saking serunya berkegiatan saya jadi kurang stok foto tentang taman ini, tapi saya nggak habis kata untuk menceritakan taman yang letaknya tepat di seberang taman Ayodya/ Taman Barito ini.

@cardtopost main-main di Taman Langsat / foto: www.cardtopost.com

Taman yang terletak di terletak di Jalan Langsat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta sebagai taman lansia pada tanggal 13 juni 2010 yang lalu. Sebelum dicanangkan menjadi taman lansia, tempat ini sebenarnya sudah menjadi salah satu ruang terbuka hijau tapi atas saran dari para pensiunan pegawai Pemda DKI mengenai diadakannya taman untuk para lansia, akhirnya Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menunjuk taman ini sebagai taman lansia pertama yang ada di Jakarta. Menurut informasi, kalau dulunya sih taman ini adalah rawa-rawa yang nggak terurus baru kemudian tempat ini berkembang menjadi jalur hijau Jakarta, ruang terbuka hijau dan kini dilengkapi dengan taman lansia setelah diambil alih oleh Dinas Pertamanan di tahun 1972.

Nah, meski namanya taman lansia bukan berati cuma lansia lho yang boleh kemari. Sekarang bahkan ada bagian taman yang telah direnovasi sehingga taman ini terlihat lebih terbuka dan hangat untuk para pengunjung dari berbagai usia bahkan dilengkapi oleh permainan anak-anak juga.

@youthfdiffable belajar di Taman Langsat / Foto : Rindi (YFD)
Buat yang suka olahraga dan pengen berolahraga diantara pepohonan rindang taman ini bisa jadi pilihan soalnya dilengkapi dengan Jogging track sepanjang 750 m! Dibeberapa bagian kita akan melihat jalur refleksi yang disukain banget sama oma-opa untuk jalan santai, itu lho jalur dengan bebatuan. Biasanya para lansia akan berjalan diatas jalur ini tanpa alas kaki. Anak muda yang mau nyoba juga boleh kok! Oh iya ada juga beberapa peralatan olahraga terpasang di taman ini.

Kalau mau sekedar santai atau berkumpul bersama teman, tempat ini nyaman banget lho! Taman seluas 3,5 hektar ini juga dilengkapi dengan aliran sungai kecil dan danau mini. Kita juga bisa sekedar menggelar tikar di atas rerumputan dan bercengkrama bersama teman-teman, tapi jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan ya.


Sabtu, 19 Januari 2013

Sumpah Jerapah Jakarta : Jakarta ooh Jakarta

Ngaku deh siapa yang hari ini misuh-misuh sama kemacetan jakarta? Weits mirip sama cerita saya sebelum nya ya? Tapi emang bener lho keadaan Jakarta hampir sama seperti dua hari lalu bahkan lebih parah..
Banyak hal yang bisa diceritain hari ini termasuk perjalanan saya menuju kantor yang aduhai maknyos.

Bayangkan Ciputat-Medan Merdeka 4 jam saudara-saudara plus jalan nya nggak umum banget. Masuk jalur trans Jakarta, "Parkir" di samping plaza Indonesia selama hampir 1 jam, putar balik di jalan yang sama, ngelintas digenangan kali menteng, masuk-masuk jalan kebon sirih sampai melintas di halaman monas dan melawan arah sampai akhirnya tiba di depan kantor.

Sukses menginjakan kaki d kantor pukul 10.30 ternyata tidak membuat saya berniat untuk pulang lebih sore. Suasana di kantor saat saya datang wow banget lah, 10.30 serasa jam 7 pagi. Panjang nya perjalanan ke kantor ternyata berbanding lurus dengan lamanya perjalanan pulang.


Hambatan ajaib muncul di saat pulang. Kawasan Menteng dan Tosari yang tadinya bisa dilewati bus jadi terlalu nekat kalau mau melintas disana dan tentunya depan Sarinah belum bisa dilewati. Oh iya, tapi gara-gara depan Sarinah belum surut saya bisa melewati drama ketinggalan jemputan.

Rute pulang kali ini lebih ajaib yaitu Medan merdeka-thamrin-kebon sirih-jaksa-cemara-menteng-kuningan- (maksa belok kanan di bawah fly over kuningan) - Gatsu -Semanggi dan sampai lah di jalan Sudirmam.  Niatnya sih dari menteng mau lewat jalan Diponegoro tapi tampaknya akses-akses Tosari ditutup bahkan dengan sedih saya harus terima kalau taman pembatas di jalan diponegoro hancur gara-gara dipaksa jadi tempat putar arah bahkan ada bus besar yang nyangsang alias nyangkut melintang di taman.

Jujur saya sudah nggak bisa bilang apa-apa lagi mengenai hari ini. Sebenarnya bukan sakit pinggang gara-gara 4 jam di bus yang membuat saya takut akan dampak dari banjir dan lumpuhnya Jakarta hari ini, semoga saja tak seperti yang saya takut kan.


--- cerita ini saya buat untuk #30HariBercerita hari ke 16 ---

Rabu, 16 Januari 2013

Jakarta + Hujan = Macet + Banjir

Hujan sekitar 8 jam yg mengguyur Jakarta ternyata emang sakti bgt, baru segitu aja udah bikin Jakarta pagi ini lumpuh dan ancaman banjir dimana-mana. Ya seperti biasa seperti tahun-tahun sebelumnya, seperti beberapa tahun yang lalu.
Hari ini saya menjadi orang yg ikut mengutuk hujan dan kemacetan menuju Ibukota. Bagaimana tidak, hujan rintik-rintik yang membuka hari membuat saya "susah move on" dari kasur, haduuh. Oh iya puncak nya adalah perjalanan dari rumah ke kantor yang memakan waktu 3 jam, bayangkan 3 jam! Oke Jakarta lumpuh!
Sebenarnya macet di Jakarta bukan hal yang aneh apalagi sekarang ini, tapi setelah ditambah hujan hmm perfect! Ancaman Jakarta lumpuh mengingatkan saya pada tahun 2002 saat saya masih SMP. Memang, hujan nggak wajar tahun ini katanya semacam siklus 5 tahunan.. hmm kalau kenanya tahun 2013 berarti 6 tahun dong ya?
Mungkin dulu saya masih nggak tau bagaimana dampak hujan buat Jakarta dan daerah di sekitarnya selain banjir. Jadi kalau udah ujan, dulu yang saya pikirkan cuma gimana caranya saya ke posko banjir buat bantuin teman-teman yang lain. Memang bukan rumah saya yang banjir tapi entah mengapa keinginan saya untuk membantu kawan-kawan yang kebanjiran sungguh kuat.
Oke, balik ke judul. Tampaknya Jakarta memang nggak akur sama air. Giliran hujan sedikit terus banjir terus macet. Eh giliran kemarau beberapa daerah kekeringan.. Parah.
Hari ini baru hujan beberapa saat aja udah bisa bikin Jakarta lumpuh setidaknya jalanan padat banget-banget dan genangan air dimana-manj. Nah apa sih yang salah dari ibu kota kita yang tercinta ini? sebenarnya salah kota ini, sistem nya atau justru orang-orang yang beraktivitas didalamnya? mari introspeksi diri masing-masing supaya formula diatas dapat terpecah kan

Kamis, 10 Januari 2013

Jakarta Hujan, Menpora,4 setengah tahun dan spekulasi

Hahahaha judul yang absurd seabsurd penulisnya.
hal diatas adalah hal-hal yang saya temui sehari ini (itulah mengapa saya senang sekali bercerita dimalam hari, diujung hari yang dapat mengakibatkan over time). Empat hal yang berseliweran di timeline sosial media saya dan tentunya banyak teman saya. Ya, Empat hal yang banyak dibicarakan orang.
Hmmm.. hal pertama adalah hujan besar disertai angin yang melanda jakarta. Hmm kalau ini sih nggak usah liat time line yah, saya merasakan labilnya cuaca hari ini. Setelah kemarin konstan hujan ngeledek (bukan dengan geledek apalagi pake getek) hari ini cuaca agak labil lantaran bagi yang biasa aja, siang yang agak cerah dan sore dengan hujan dasyat yang cepat reda. Hmmm, jujur tadi salah satu ujan terheboh yang saya lihat diperiode penghujan ini. hmmm jika biasanya dari ruang kantor saya dapat melihat bangunan seberang kantor maka tadi saat hujan hanya putih yang saya lihat. Menurut teman saya hujan macam ini dipanggil hujan badak, bukan badak yang turun tapi maksudnya adalah hujan lebat, deras maupun besar alias hujan badag (bahasa sunda).
Hal kedua adalah gosip kalau Roy Suryo bakal naik jadi menpora. Hmm saya sih nggak dengan langsung mengikuti perkembangan berita ini tapi terimakasih teman-teman tweeps yang telah menyuguhkan inFormasi. Oke saya coba nimbrung di bahasan ini dengan pernyataan : kalau bener roy suryo jadi menpora maka apakah krieria seseorang bisa jadi menteri? Selain dua pilihan dia praktisi dibidang itu atau dia aktif di parpol apalagi yang sedang berkuasa. Hmmm tampaknya opsi kedua yang lebih dominan di negara ini (menurut saya lho). Tapi nih ya kalau beneran dia bakal jadi menpora maka sukseslah kementerian tersebut memiliki merturut-turut 3 menteri dengan kumisnyang maha dasyat. Hmm semoga bukan itu kriteria jadi mempora, dan kalau itu jadi bahan pertimbangan maka saya akan mengajukan mas adamnya inul daratista dengan kumis menawannya. Hahaha.. eh tapi kalau roy suryo jadi menpora buat saya oke juga lho terlebih lagi dibidang pemuda, yah setidaknya nggak perlu ngenalin dia lagi lah. Pemuda hi-tech sampai kaskus pasti tau banget sosok yang satu ini.
Lalu hukuman 4,5 tahun bagi angelina sondakh jadi bahasan yang ramai berikutnya. Hmmm banyak yang protes hukuman tersebut terlalu ringan jika dilihat dari angka dan kerugian negara yang dibahas dikasusnya. Duh jujur saya kurang ngikutin kasus ini tapi yah, ya udah lah ya mau diapain lagi? Sebagai orang yang udah famous sebelum jadi anggota DPR atau memiliki kasus saya sih yakin hukuman sosialnya dia lebih berat dari putusan hakim. Jadi, ya udah lah ya liat aja nanti.
Yah hari ini pun penuh spekulasi. Dari mulai spekulasi tentang hujan plus angin tadi sore yang dikaitkan dengan ini-itu termasuk kenampakan fenomena perubahan iklim sampai tanda-tanda akhir jaman (hiiiiy). Lalu spekulasi om Roy Suryo yang jadi menpora, hmm katanya sih masih baru kandidat aja belum fix tapi kok udah heboh yah? Yah tuh kan banyak yang ber spekulasi lagi. Dan yang ketiga di kasus tante anggie nih, kalau ini sih saya yang berspekulasi hahaha...

Selasa, 04 Desember 2012

Ngubek Jakarta : Karilam Gang Gloria yang Super!!!



Apa yang terlintas dipikiran kalau mendengar kata Kari?? pasti mengarah ke india atau daerah timur tengah. lalu gimana kalau saya cerita tentang salah satu makanan favorit saya di pecinan adalah kari, ya namanya adalah kailam.

Ada yang bilang karilam berbeda dengan kari atau karee tapi buat saya sama-sama bertabur rempah. oke, emang sih rempah di karilam berbeda dengan kari timur tengah soalnya bagi saya yang nggak suka rempah yang menyengat kari lam ini cukup enteng dan masuk banget.

Seperti yang saya pernah cerita di "Petualangan di Gang Gloria" karilam ini berada di ujung gang gloria. Oh iya, Karilam yang dijual disini terdiri dari dua varian yaitu ayam dan sapi jadi bisa sedikit tenang lah ya makannya hehehe... 

Untuk varian ayam yang dipakai (tampaknya) adalah ayam kampung. sedikit spekulatif sih tapi soalnya pas saya minta banyak tulang eh ternyata tulangnya keras banget dan nggak bisa dikuntah selayaknya tulang ayam di fast food. Nah karena itu lah muncul hipotesis (tsah gaya bet bahasanya) tentang jenis ayam yang dipake kalau nggak ayam kampung yah ayam pejantan tapi meskipun yang itu masih nebak-nebak tapi rasanyasih udah pasti.. pasti enyaaaak..

Varian lain adalah karilam sapi. Jujurn nih yah karena saya nggak ngarti masalah dunia persapian maka analisis saya mengenai karilam varian ini adalah ENAK! lha? yah karena enak beneran hehehe... dagingnya itu loh berlimpah dan dikit banget gajih-nya bahkan tampaknya hampir semua daging. Pool banget kan?

Kalau hidup aja butuh pendamping makan karilam pun butuh pendamping saat dimakan (hallaaah) kenapa? alesannya cuma satu, biar kenyang! pendamping ini adalah nasi dan misoa. Msoa itu semacam mie tapi tipis yah lebih besar dari bihun lah dan bahan dasarnya terigu. Kalau makan pakai misoa karilam langsung disiram di atasnya dan disajikan di mangkok super besar sedangkan kalau disajikan dengan nasi maka karilam disajikan secara terpisah.

Masalah harga? siap-siap merogoh kantong yah, karena satu porsi karilam dan pendampingnya harus ditebus dengan 23 ribu rupiah jadi siapin aja 25 ribu biar ada sisanya hehehe... tapi nih tips dari saya supaya sedikit ngirit adalah kalau kesana lebih baik berdua jangan sendiri jadi beli aja karilam satu porsi terus tinggal nambah nasi satu lagi deh hehehe.. soalnya ini porsinya seriusan gawat banget (saya aja makannya sampai capek :p).

Oke, jadi gimana? masih penasaran sebesar apa porsi karilam? ya udah yuk langsung kita meluncur...